Senin, 08 Januari 2018

GURU JAMAN NOW

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah terbaru untuk menggambarkan sosok anak yang mengikuti perubahan jaman, atau sering disebut " Kids Jaman Now ". Istilah tersebut bak air mengalir yang terus merambah ke beberapa profesi atau bidang pekerjaan yang menuntut adanya perubahan (inovasi) dalam meningkatkan layanan atau produktifitas kerja, tak menutup mata profesi gurupun salah satu yang harus mengikuti setiap perubahan yang terjadi di masyarakat.
Prof.Dr. Rainald Kasali dalam sebuah bukunya berjudul " Disruption " mendiskripsikan perubahan yang begitu besar di masyarakat akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau teknologi digital. Rontoknya beberapa perusahaan ritel ternama dan perusahaan transpotasi (taksi, angkot, metromini, dsb) menjadi bukti nyata derasnya pengaruh teknologi digital di samping pengaruh lainya seperti berubahnya tatanan hidup bermasyarakat dan nilai-nilai kehidupan yang selama ini dipegang teguh oleh orang-orang tua dahulu.
Sebagai sosok pribadi yang terpandang dan diteladani serta menjadi contoh di masyarakat (digugu dan ditiru) guru mempunyai kedudukan yang strategis dalam mengubah tatanan masyarakat yang lebih baik. Laju teknologi dan komunikasi menjadikanya sebagai peluang untuk berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan kualitas pembelajaran dan pendidikan pada umumnya dapat lebih berkualitas dan bermakna sesuai dengan tuntutan keterampilan abad 21 yaitu : Communication, Critical Thingking, Collaboration dan Creativity-Innovation.

Bukan perkara yang mudah untuk mewujudkan tuntutan abad 21 bagi seorang guru, karena diperlukan kesadaran yang tak bertepi dan kegigihan seorang guru yang berani keluar dari zona nyaman atau comfort zona yang selama ini bergelanyut dalam diri seorang guru. Akhirnya hanya guru-guru yang memiliki nawaitu yang lurus dan usaha tak kenal putus asa yang akan tetap diakui keberadaannya di tengah-tengah arus jaman yang semakin modern dan kompetitif.
 
Berikut beberapa indikator " Guru Jaman Now " yang diinginkan dari beberapa pendapat tokoh masyarakat, siswa, dan guru :
1. Guru harus memiliki akhlak yang baik karena sebagai panutan masyarakat dan siswa.
2. Fungsi guru lebih didorong sebagai fasilitator, motivator, dan kolaborator.
3. Program pembelajaran haruslah yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). 
4. Guru yang ramah dan menjadi pendengar yang baik manakala siswa menceritakan keluh kesah (curhat) sangat diidolakan oleh siswanya. Jadi berhentilah menjadi sosok guru yang "killer" dengan asumsi supaya ditakuti dan disegani oleh siswanya.
5. Guru harus memiliki kemampuan dalam mengakses internet dan teknologi komunikasi lainnya seperti handphone dan akses dalam menggunakan media sosial. Kemampuan mengakses internet siswa terkadang lebih cepat dibandingkan guru, maka guru harus melek teknologi.
6. Guru harus meningkatkan kompetensi dasarnya melalui pelatihan-pelatihan, workshop, forum guru, dan penguasaan bahasa Inggris yang baik.
7. Guru harus meningkatkan kemampuan literasinya dengan banyak membaca buku dan menulis. Kemampuan literasi anak-anak Indonesia masih sangat memprihatikan, untuk itu peran guru sangat dinantikan untuk menggiatkan literasi siswanya.


Dengan indicator-indikator tersebut maka diharapkan kita tidak akan melihat lagi sosok guru yang “ alergi “ dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena itu sebuah keniscayaan. Selamat menjadi guru yang professional, yang dijadikan panutan bagi semua orang dengan berbekal pengetahuan yang luas dan menjadi agen perubahan dalam menyongsong abad 21.
   

Kamis, 07 April 2016

SD Islam Dian Didaktika Juara Umum O2SN, FLS2N, dan OSN Kecamatan Cinere

Juara Umum O2SN Kec. Cinere Th. 2016
Perhelatan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar telah rampung dilaksanakan di tingkat Kecamatan Cinere Kota Depok. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan tiap tahun dalam rangka mengembangkan prestasi siswa dibidang olahraga, seni, dan sains serta matematika.
Gelaran ini dilaksanakan secara maraton dengan durasi waktu sekitar satu bulan lamanya. Pembukaan kegiatan O2SN, FLS2N, OSN tingkat kecamatan Cinere dilaksanakan di SDN Cinere 03 dengan pembina upacara Bpk. Azhari, S.Sos mewakili Camat Cinere.
Dari beberapa mata lomba atau pertandingan pada ajang O2SN tahun 2016 ini, SD Islam Dian Didaktika mendominasi perolehan medali emas atau perolehan juara pertama, antara lain :
  1. Bulu tangkis tunggal putra      : Ananda Rama
  2. Bulu tangkis tunggal putri       : Ananda Neisha
  3. Renang putra                           : Ananda Zhilal
  4. Renang putri                            : Ananda Nadhira
  5. Tenis Lapangan                       : Ananda Nadya
  6. Tim Mini Soccer                      : Ananda Rama, Zhilal, dkk        Sementara itu untuk ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Cinere, SD Islam Dian Didaktika yang mengirimkan siswa-siswa terbaiknya berhasil memborong juara pertama dan meraih predikat juara umum. Dari 12 mata lomba, SD Islam Dian Didaktika berhasil meraih 7 kategori juara pertama dengan rincian sebagai berikut :
  1. Cipta Puisi                               : Ananda Aleesha Katya
  2. Cipta Baca Puisi                      : Ananda Talitha Keisha
  3. Melukis                                    : Ananda Safira
  4. Cerita Bergambar                     : Ananda Nada
  5. Solo Vocal                                 : Ananda Salsa
  6. Bermain Pianika                       : Ananda Diva Carissa
  7. Tari Kreasi Baru                        : Ananda Naya, dkk 
Sedangkan untuk kategori Olimpiade Sains dan Matematika (OSN) ananda Rama meraih juara 1 untuk olimpiade matematika.               

Para juara-juara tersebut nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, yaitu di Kota Depok, Provinsi, dan Nasional. Selamat kepada siswa-siswa SD Islam Dian Didaktika atas perolehan prestasinya...   
  1. Juara Umum FLS2 N Kec. Cinere 2016

Kamis, 31 Maret 2016

"SEMINAR PARENTING KOMITE SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Nara sumber Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si
Keberhasilan atau kesuksesan anak dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik tidak lepas dari unsur orangtua sebagai pendidik utama dan pertama di rumah, sekolah (guru), dan lingkungan. Sinergitas ketiga unsur itu juga turut mewarnai kehidupan atau karakter setiap anak.
Selain tiga unsur tersebut ada faktor lain yang berperan besar dalam menentukan keberhasilan dalam mendidik anak, yaitu faktor " Komunikasi ". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Komunikasi berarti pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi bisa disampaikan dalam bentuk lisan atau ucapan, visual atau gambar , maupun bahasa tubuh. Dengan komunikasi yang baik terutama antara orangtua dengan anak atau guru dengan siswanya maka pesan-pesan yang tersampaikan akan mudah dipahami dan dilaksanakan oleh anak atau seorang siswa.
Begitu pentingnya komunikasi efektif bagi orangtua dan guru dalam proses belajar dan perkembangan siswa, maka pengurus BP3 atau Komite Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere yang diketuai Ibu Wenny Habib mengadakan kegiatan Seminar Parenting dengan tema " Komunikasi Efektif dengan Anak " pada hari Sabtu, 20 Februari 2016 dengan menghadirkan nara sumber Psikolog Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh orangtua siswa kelas 1-6, dewan guru, dan undangan.
Berikut ini Gaya Komunikasi yang tidak efektif mengulas makalah seminar tersebut :
  1. Cenderung Menyalahkan, contoh : " Tuh, kan tadi mama bilang apa ? Enggak denger sih...
  2. Memerintah, contoh : " Sudah diam, jangan nangis !"
  3. Mengkritik, contoh : " Katanya jagoan tapi kok nangis ? "
  4. Menasehati, contoh : " Benar khan. Ini akibat kamu enggak mendengarkan mama. Lain kali nurut sama mama! ".
  5. Meremehkan, contoh : " Coba sini mama lihat lukanya. Ah, kayak begini saja sakit ".
  6. Melabel atau Mencap, contoh : "Nakal sih, enggak bisa diam ".
  7. Membandingkan, contoh : " Adik aja waktu lukanya menganga enggak sampai nangis begitu ".
  8. Membohongi, contoh : " Ya, sudah besok pasti sembuh (padahal umumnya 3 hari baru bisa sembuh) ".
  9. Mengabaikan, contoh : " Sudahlah, jangan dirasa-rasain, nonton tv atau baca buku saja sana ". 
 Komunikasi yang efektif ditandai dengan beberapa hal :
a. terjadinya pengertian bersama
b. menimbulkan efek rasa senang
c. mempengaruhi perubahan pada sikap
d. hubungan yang semakin harmonis
e. tindakan mengarah pada hal-hal yang positif
Adapun komponen yang mendukung komunikasi efektif sbb : 
1. Keterampilan verbal (berbicara) yang efektif
2. Keterampilan mendengar yang baik antara ortu dan anak
3. Keterampilan komunikasi non verbal (bahasa tubuh)

Pimpinan Sekolah, Nara sumber, dan Pengurus BP3
Seminar parenting yang dimulai pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 12.00 WIB dan diakhiri dengan sebuah kegiatan hynoterapi bagi seluruh peserta.

Kamis, 21 Januari 2016

PIAGAM BINTANG BPOM UNTUK SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

 

Wali Kota Depok Menyerahkan Piagam Bintang Satu 
Wali Kota Depok dan Sekolah Penerima "Piagam Bintang"
Alhamdulillah penghargaan " Piagam Bintang Satu " dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) Provinsi Jawa Barat diserahterimakan ke SD Islam Dian Didaktika pada hari Senin, 18 Januari 2016 di lapangan upacara Balai Kota Depok. Penyerahan " Piagam Bintang Satu "  dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok, Dr. Nur Mahmudi, M.Sc kepada Drs. Moh.Syahudin H, M.M. selaku Kepala Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere, disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota dan jajaran perangkat pemerintah Kota Depok lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Depok memberikan apresiasi yang tinggi kepada SD Islam Dian Didaktika dan empat sekolah lainnya yang telah bekerja keras dalam mewujudkan kesehatan dan keamanan pangan atau jajanan anak sekolah. Dengan harapan program ini dapat terus digalakan dan diikuti oleh lembaga pendidikan lainnya dalam rangka menumbuhkan kesadaran perilaku hidup sehat dengan mengelola dan mengkonsumsi panganan atau jajanan yang higeinis, sehat dan berkualitas sehingga anak-anak sekolah bebas dari bahan-bahan aditif pada makanan yang akan mempengaruhi kualitas kesehatan dimasa sekarang dan yang akan datang.  

PEMERIKSAAN GIGI SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Sebagai bagian dari program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Islam Dian Didaktika, Pengurus BP3 (Komite Sekolah) yang diketuai oleh Ibu Wenny Habib, S.H. mengadakan kegiatan pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan sekali. Kegiatan yang dirintis dengan bekerjasama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan melibatkan tim dokter gigi dari orangtua siswa dan dokter kecil ini bertujuan untuk memberi kesadaran dan pengetahuan kepada siswa tentang arti pentingnya gigi sebagai salah satu bagian tubuh yang sangat penting untuk dirawat dan dijaga kebersihanya. Kegiatan pemeriksaan gigi ini berlangsung selama 6 hari mulai 11-18 Januari 2016 (hari efektif sekolah) dan ditujukan untuk kelas I sampai dengan kelas VI. Alhamdulillah kegiatan pemeriksaan gigi berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada halangan berarti. Seluruh siswa tidak ada yang merasa takut ketika akan diperiksa giginya dan secara garis besar kondisi gigi siswa juga terawat dengan baik. Ini sebagai indikasi bahwa PHBS sangat mendukung ketercapaian pola hidup sehat siswa terutama dalam kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pemeriksaan gigi diakhiri dengan pemberian ungkapan terimakasih dan cindera mata oleh Kepala Sekolah, Yayasan, dan Pengurus BP3 kepada Tim Dokter Gigi yang memeriksa.

Kepala Sekolah, Pengurus BP3 dan Tim Dokter Gigi

Rabu, 25 November 2015

OPEN HOUSE SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA 2015

Peserta Seminar, Nara Sumber, dan Kepala SDI Dian Didaktika
Bekerjasama dengan salah satu produsen susu kemasan Mimi Ultra, SD Islam Dian Didaktika yang berlokasi di Jl. Rajawali Blok F No.16 Cinere Kota Depok mengadakan kegiatan Open House untuk orangtua dan murid TK di sekitar wilayah Cinere. Kegiatan Open House dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 November 2015. Kegiatan ini diawali dengan penyambutan oleh Tim Gamelan dan Tim Marching SD Islam Dian Didaktika untuk para undangan yang hadir. Usai menyaksikan atraksi atau kebolehan dalam memainkan gamelan Sunda dan Marching, peserta yang terdiri atas orangtua dan ananda mengadakan kegiatan secara terpisah. 
Pyramid Activity
Orangtua mengikuti kegiatan Seminar Parenting dengan tema " Positive Parenting for Positive Attitude ". Seminar Parenting diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dengan menghadirkan nara sumber Tri Puspitarini M.Psi. Jika orangtua mengikuti seminar, lain lagi dengan ananda. Ananda yang masih duduk di bangku Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak asyik bermain dengan teman-teman dan didampingi selalu oleh Bapak/Ibu Guru KB,TK, dan SD Islam Dian Didaktika.
Adapun kegiatan bermain bersama ini meliputi :
a. Story Telling
b. Paper Craft
c. Mini Bowling
d. Activity Book
e. Beans in Tin
f. Cup Cake Decorating






g. Pyramid

Kegiatan bermain tersebut dimaksudkan untuk melatih berbagai macam motorik baik motorik kasar maupun halus, kreatifitas, mengembangkan imajinasi, dan kebersamaan diantara mereka. Seluruh murid atau ananda terlihat bahagia, senang, dan ingin mengulang beberapa kali permainan tersebut. Di akhir kegiatan seluruh murid atau ananda mendapatkan souvenir atau goody bag dari panitia, dan orangtua menuju counter panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) SD dan TK Islam Dian Didaktika.
Respon positif dari orangtua murid disampaikan dalam bentuk kesan dan pesan yang dituliskan pada secarik kertas yang telah disiapkan oleh panitia.       

Kamis, 29 Oktober 2015

SD Islam Dian Didaktika Memuliakan Anak Yatim

Kebersamaan bersama Guru, Ortu, dan Siswa
Rosululloh saw. bersabda, “Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk setiap helai rambut yang disentuhnya akan memperoleh satu pahala, dan barangsiapa berbuat baik terhadap anak yatim, dia akan bersamaku di Jannah seperti dua jari ini.” Ketika mensabdakan hadits ini Rosululloh saw. berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Betapa Nabi Muhammad saw sangat memuliakan anak yatim, sampai-sampai beliau memberikan isyarat kepada seluruh umatnya kedekatan antara Rosulullah dengan orang yang memuliakan anak yatim seperti dua jari, yakni jari telunjuk dan jari tengah.
Penyantunan oleh Siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika
Memuliakan anak yatim adalah kewajiban setiap muslim, karena anak yatim adalah sosok yang perlu dibantu secara materi maupun non materi. Ketiadaan orangtua tentu menjadi sebuah beban hidup yang harus dipikul oleh anak-anak yatim. Mereka butuh kasih sayang, butuh perlindungan, dan butuh keperluan hidup lainnya.
Memuliakan anak yatim akan menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap muslim apabila dari sejak dini ditanamkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan kecintaan akan anak yatim.
Dalam rangka memuliakan anak yatim, siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika mengadakan kegiatan Idul Aitam (Hari Raya Yatim). Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun dengan kegiatan berupa kunjungan ke beberapa sekolah (Madrasah Ibtidaiyah) yang di dalamnya terdapat anak yatim  di wilayah kelurahan Gandul dan kelurahan Cinere kota Depok. 
Untuk tahun ini kegiatan kunjungan dan penyantunan anak yatim dilaksanakan pada hari Jum'at, 30 Oktober 2015. Sebelum kegiatan kunjungan dan santunan terlebih dahulu diadakan kegiatan pembukaan dan pelepasan di lapangan upacara SD Islam Dian Didaktika. Dalam upacara pembukaan dan pelepasan tersebut hadir segenap pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru, dan perwakilan orangtua siswa kelas VI angkatan XXV. 
Kegiatan kunjungan dan penyantunan anak yatim kali ini adalah ke sekolah MI Al- Jamhuriyah , MI At-Tabi'iyah, MI Raudhatul Athfal Gandul, dan MI Hidayatul Athfal Cinere. Dalam kegiatan ini siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika menyantuni anak yatim dalam bentuk pemberian dana untuk meringankan biaya pendidikan, makanan, dan doa bersama untuk kesuksesan serta kemudahan bagi siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika dalam menghadapi ujian sekolah dan kebahagiaan untuk anak-anak yatim.
Semoga dengan kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan rasa cinta dan kepedulian pada sesama serta membahagiakan anak yatim yang tidak memiliki orangtua .... wallahu'alam.