Minggu, 30 Desember 2012

Selamat Jalan Bapak Soemarno Soedarsono

Sumber Foto :sosok kompasiana.com

When wealth is lost
Nothing is lost
When health is lost
Everything is lost
But when character is lost
Everything is lost

Minggu, 15 November 2012 awan hitam menggelayuti bumi pertiwi Indonesia. Salah satu putra terbaik bangsa dipanggil untuk selama-lamanya oleh sang khalik setelah menjalani perawatan di RS Setia Mitra Jakarta dalam usia 82 tahun. Bapak Soemarno Soedarsono telah meninggalkan kita semua dengan kenangan yang sangat berharga, bukan uang atau materi kebendaan tapi ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh.
Di tengah keterpurukan bangsa dengan segudang problematikanya ; korupsi, tawuran, mental Asal Bapak Senang (ABS), kekerasan, dll almarhum dengan santun dan gagahnya mengingatkan kembali arti pentingnya pembangunan karakter bagi bangsa Indonesia untuk meraih kejayaan seperti pada masa lampau.
Keterpurukan bangsa ini terjadi karena mulai lunturnya penanaman nilai-nilai luhur atau karakter dalam hati anak-anak bangsa. Nilai-nilai patriotisme, peduli, toleransi, kerjasama, rasa ingin tahu, tanggung jawab, religiusitas,ramah dll harus terus dikobarkan dalam setiap benak bangsa Indonesia. Karena inilah nilai-nilai luhur yang telah di wariskan oleh founding father bangsa ini dengan tetesan keringat dan tumpahan darah, dan inilah sejatinya bangsa Indonesia.
Perjalanan hidup almarhum sebagai seorang militer sejati telah memberikan banyak pembelajaran bagaimana membawa bangsa ini untuk meraih cita-cita luhur yang telah diamanatkan dalam UUD 1945 membawa kesejahteraan bangsa dengan limpahan kekayaan alam dan budaya yang dilimpahkan oleh zat yang maha kuasa. Meski usia yang mulai udzur tapi semangat muda dan jiwa prajuritnya tidak boleh padam dalam menyemai nilai-nilai karakter bagi generasi penerus bangsa. Rangkaian kegiatan pelatihan, workshop, seminar dsb beliau lakukan ke seluruh nusantara dalam memberikan pemahaman dan keteladanan bagi kejayaan bangsa melalui pendidikan karakter.
Inilah amal sholeh yang penulis anggap sangat berharga dan bermakna bagi kemajuan bangsa Indonesia, sekarang dan masa yang akan datang.
Sudah barang tentu penanaman karakter tidak cukup dengan satu aspek pengetahuan saja (kognitif) tapi penerapan dan suri teladan menjadi panglima dalam keberhasilan penanaman karakter.
Lembaga pendidikan baik formal, non formal, dan informal tentu menjadi wadah yang strategis dalam penerapan nilai-nilai karakter seperti yang didengungkan pemerintah dalam rangka hari pendidikan nasional tahun 2012.
Semoga amal sholeh beliau bisa menghantarkan kepada kebahagiaan hakiki yaitu surga yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT, dan cita-cita beliau untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih bermartabat dan beradab menjadi sebuah kenyataan ....amin
Selamat Jalan Bapak Soemarno Soedarsono... Selamat Istirahat Bapak Karakter Bangsa .... Kami semua kehilanganmu. Turut berduka yang sedalam-dalamnya untuk keluarga beliau, Yayasan Jati Diri Bangsa, PT. Damavita Niaga, Bu Vita Manurung... dan keluarga besarnya. 

Moh. Syahudin H (Guru SD Dian Didaktika)

Jumat, 28 Desember 2012

Menyambut Tahun Baru 2013

Dalam hitungan hari tahun 2012 akan meninggalkan kita semua, bersama dengan kenangan manis dan pahit yang kita rasakan. Kenangaan manis tentu yang terkait dengan keberhasilan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang telah dicapai selama tahun 2012. Pun kenangan pahit yang terkait dengan kegagalan, kesulitan, kesedihan, dan kedukaan menjadi sebuah moment yang tak mungkin terlupakan begitu saja.
Manis dan pahit, suka dan duka, sukses dan gagal adalah proses alamiah (sunatullah) yang selalu beriring dalam kehidupan setiap manusia.
Di balik itu semuanya tentu Allah SWT yang Maha Mengetahui akan melihat sejauh mana kita mensikapi moment yang bertolak belakang itu. Karena pada hakekatnya Allah SWT tidak akan membiarkan hambaNya mengucapkan kami beriman sebelum Allah menguji keimanan hambaNya.Ujian dari Allah SWT kepada setiap hambaNya tidak selalu hal-hal yang tidak menyenangkan (kedukaan,kesedihan,dan kegagalan) tapi sebaliknya kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan juga merupakan sebuah ujian atau cobaan yang tidak kalah beratnya.
Betapa banyak diantara kita umat manusia yang berhasil lulus menerima ujian atau cobaan kala dihadapkan pada sesuatu yang berhubungan dengan penderitaan, kemiskinan dan kegagalan dalam hidup, tapi ketika dihadapakan pada ujian atau cobaan yang terkait kesenangan, kebahagiaan, kekayaan, dan kesuksesan kita jadi lupa diri, sombong, dan takabur. Seolah semua pencapaian prestasi yang kita raih adalah semata-mata usaha kita sendiri tanpa turut campur rahman dan rohim Allah SWT. Walau tidak sedikit diantara kita yang berhasil menjalani ujian atau cobaan dalam kondisi yang sebaliknya.
Orang bijak selalu berkata " Kegagalan adalan kesuksesan yang tertunda ", karena dari kegagalan kita akan terus belajar menutupi setiap celah kekurangan atau kelemahan yang selalu kita lakukan dan kemudian mencari solusi yang terbaik untuk menutupi kelemahan dan kekurangan diri. Proses inilah yang kemudian melahirkan kreativitas yang berujung pada pencapaian kesuksesan atau prestasi gemilang. Kita tentu harus belajar dari tokoh-tokoh terkenal yang menginspirasi perubahan dunia menuju ke arah yang lebih baik, seperti Nabi Muhammad SAW, Ibnu Khaldun, Al-Jabar, Ibnu Sina, Thomas Alva Edison, Steven Jobs, Bill Gates, dll.
Sebaliknya kesuksesan, kebahagiaan, dan gemilangnya prestasi yang kita peroleh hendaknya terus disikapi dengan sikap bersyukur kepada Allah SWT, menjadikan kita pribadi yang rendah hati, tidak sombong, sikap berbagi dengan sesama manusia dan usaha yang tidak henti untuk terus berprestasi mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. 
Dan ingatlah takkala Allah SWT berfirman, " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih ".   (QS.  Ibrahim 14 : 7).
Jadi sebelum menyosong tahun baru 2013 mulailah membuka lembar instropeksi atau bahan evaluasi diri (muhasabah) terhadap apa-apa yang telah kita lakukan dan langkah apa memberyang kita kerjakan untuk masa depan kita. Dan berikutnya silakan untuk memberikan penilaian diri termasuk umat golongan manakah kita sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh rosulullah saw :
1. Golongan yang Merugi    : Jika tahun ini sama dengan tahun yang lalu
2. Golongan yang Celaka     : Jika tahun ini lebih jelek dari tahun kemarin
3. Golongan yang Beruntung : Jika tahun ini lebih baik dari tahun kemarin
Selamat Tahun Baru 2013 semoga menjadi pribadi yang beruntung... wallahu'alam