Senin, 01 Agustus 2011

Konsumerisme di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan 1432 H sudah menghampiri kita semua selaku umat muslim dibelahan dunia. Bulan nan agung dan penuh dengan keberkahan ini menghadirkan nuansa kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sesama umat.
Maka tak kala bulan suci ini datang Rosulullah saw beserta para sahabatnya menyambutnya dengan penuh suka cita .. " Marhaban yaa Ramadhan " , dan mereka akan menangisi kepergian bulan penuh berkah ini karena mereka menyadari belum tentu akan mendapatkanya di tahun berikutnya .... subhanallah, lalu bagaimana dengan kita ? 
Inti dari pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan adalah pengendalian diri dari hal-hal yang membatalkan puasa maupun hal-hal yang menggugurkan pahala puasa itu sendiri. Terkadang banyak diantara kita yang bertahan untuk mengendalikan diri terhadap hal-hal yang membatalkan puasa, tapi tidak sanggup untuk menahan hal-hal yang menggugurkan nilai atau pahala puasa alias hanya menahan lapar dan haus saja yang oleh Imam Ghazali dikategorikan sebagai puasanya orang awam.
Add caption
Salah satu bukti gejala ketidakmampuan kita dalam mengendalikan diri adalah mempersiapkan hidangan iftar atau buka puasa dengan beraneka menu makanan dan minuman. Prinsip balas dendam dengan keadaan ketika siang menjadikan kita lupa bahwa itu adalah salah satu bentuk ketidakmampuan kita mengendalikan hawa nafsu, bukankah Rosul yang kita cintai dan kita teladani hanya berbuka dengan 2-3 biji korma dan air putih ?. Maka akibat wajarnya adalah pemerintah dibuat kewalahan dalam mengendalikan harga-harga sembako bias dari tingginya permintaan atau tingkat konsumerisme yang tinggi di masyarakat kita. Lalu bagaimana dengan si fakir dan miskin yang daya belinya lemah ? maka ia pun bertambah lemah dalam ketidakmampuanya .....
Semoga Ramadhan tahun ini dan yang akan datang memberikan inspirasi kepada kita untuk bercermin pada sisi kehidupan Rosulullah saw dan para sahabatnya dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesederhaan, tawadhu, peka terhadap jeritan hati si miskin dan fakir, dan berbuah syukur dengan nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita ....amin