Kamis, 31 Maret 2016

"SEMINAR PARENTING KOMITE SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Nara sumber Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si
Keberhasilan atau kesuksesan anak dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik tidak lepas dari unsur orangtua sebagai pendidik utama dan pertama di rumah, sekolah (guru), dan lingkungan. Sinergitas ketiga unsur itu juga turut mewarnai kehidupan atau karakter setiap anak.
Selain tiga unsur tersebut ada faktor lain yang berperan besar dalam menentukan keberhasilan dalam mendidik anak, yaitu faktor " Komunikasi ". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Komunikasi berarti pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi bisa disampaikan dalam bentuk lisan atau ucapan, visual atau gambar , maupun bahasa tubuh. Dengan komunikasi yang baik terutama antara orangtua dengan anak atau guru dengan siswanya maka pesan-pesan yang tersampaikan akan mudah dipahami dan dilaksanakan oleh anak atau seorang siswa.
Begitu pentingnya komunikasi efektif bagi orangtua dan guru dalam proses belajar dan perkembangan siswa, maka pengurus BP3 atau Komite Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere yang diketuai Ibu Wenny Habib mengadakan kegiatan Seminar Parenting dengan tema " Komunikasi Efektif dengan Anak " pada hari Sabtu, 20 Februari 2016 dengan menghadirkan nara sumber Psikolog Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh orangtua siswa kelas 1-6, dewan guru, dan undangan.
Berikut ini Gaya Komunikasi yang tidak efektif mengulas makalah seminar tersebut :
  1. Cenderung Menyalahkan, contoh : " Tuh, kan tadi mama bilang apa ? Enggak denger sih...
  2. Memerintah, contoh : " Sudah diam, jangan nangis !"
  3. Mengkritik, contoh : " Katanya jagoan tapi kok nangis ? "
  4. Menasehati, contoh : " Benar khan. Ini akibat kamu enggak mendengarkan mama. Lain kali nurut sama mama! ".
  5. Meremehkan, contoh : " Coba sini mama lihat lukanya. Ah, kayak begini saja sakit ".
  6. Melabel atau Mencap, contoh : "Nakal sih, enggak bisa diam ".
  7. Membandingkan, contoh : " Adik aja waktu lukanya menganga enggak sampai nangis begitu ".
  8. Membohongi, contoh : " Ya, sudah besok pasti sembuh (padahal umumnya 3 hari baru bisa sembuh) ".
  9. Mengabaikan, contoh : " Sudahlah, jangan dirasa-rasain, nonton tv atau baca buku saja sana ". 
 Komunikasi yang efektif ditandai dengan beberapa hal :
a. terjadinya pengertian bersama
b. menimbulkan efek rasa senang
c. mempengaruhi perubahan pada sikap
d. hubungan yang semakin harmonis
e. tindakan mengarah pada hal-hal yang positif
Adapun komponen yang mendukung komunikasi efektif sbb : 
1. Keterampilan verbal (berbicara) yang efektif
2. Keterampilan mendengar yang baik antara ortu dan anak
3. Keterampilan komunikasi non verbal (bahasa tubuh)

Pimpinan Sekolah, Nara sumber, dan Pengurus BP3
Seminar parenting yang dimulai pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 12.00 WIB dan diakhiri dengan sebuah kegiatan hynoterapi bagi seluruh peserta.