Sabtu, 08 September 2012

Halal Bi Halal SDI Dian Didaktika

Tim Rampak Bedug SDI Dian Didaktika
Suasana Bersalam-salaman antara Murid dengan Guru
Setelah menjalankan ibadah syaum atau puasa di bulan Ramadhan selama sebulan lamanya maka umat muslim di dunia tanpa kecuali di Indonesia merayakan hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri 1433 H. Umat muslim di hari raya idul fitri di hampir seluruh lapisan di dunia merayakannya dengan suka cita, saling bersilaturahmi, serta saling maaf-memaafkan diantara mereka. Moment yang indah yang mengilustrasikan eratnya ukhuwah dan kebersamaan diantara umat muslim.
Demikian juga yang dirasakan oleh seluruh warga sekolah di SDI Dian Didaktika yang berlokasi di kawasan Cinere kota Depok. 
Masa libur sekolah kurang lebih 3 minggu lamanya memberikan kerinduan kembali untuk bertemu saling berbagi kebahagiaan dan cerita-cerita selama berlibur idul fitri.
Hari pertama masuk sekolah pada medio Senen, 3 September 2012 menjadi moment yang tepat untuk diadakanya forum silaturahmi atau halal bi halal antara kepala sekolah, guru-guru, murid-murid, orangtua, dan warga sekolah lainya. 
Tim Paduan Suara kelas 1-2
Bu Sumiati selaku kepala sekolah dan dilanjutkan salam-salaman antar guru, siswa, pimpinan yayasan, serta sebagian orangtua yang hadir pada saat itu. Acara salam-salaman sebagai tanda saling memaafkan terasa lebih hikmat dengan iringan lagu-lagu rohani penyejuk kalbu oleh Bu Ati, Bu Nunung, Bu Dwi, Pak Randy dan ananda Callista serta Fauziah dari kelas 4 dan tak ketinggalan tim paduan suara kelas 1-2 dan kelas 3-4.
Acara halal bi halal diakhiri dengan kegiatan yang unik yaitu saling bertukar kue lebaran. Kue-kue lebaran yang dibawa oleh siswa dari kelas 1-6 diletakan di meja panjang di lapangan upacara. Beraneka macam kue lebaran baik yang tradisional maupun yang terkini disajikan oleh para siswa. Kemudian secara bersama-sama guru, siswa, dan warga sekolah yang lain mencicipi kue-kue tersebut dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur akan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga kebersamaan dan ukhuwah islamiyah ini tidak akan sirna walau jaman mengalami perubahan dan kemajuan yang sangat pesat.... amin   

Selasa, 28 Agustus 2012

Kekerasan Pasca Idul Fitri

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang beradab ; bangsa yang ramah, santun dalam kata dan perbuatan, menjujung toleransi, selalu mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Nilai-nilai luhur itu terpatri benar dalam tatanan kehidupan bernegara dan berbangsa. Tapi itu adalah cerita dulu sebelum modernisasi dan globalisasi menggelayuti dan mewarnai bangsa Indonesia.
Globalisasi yang meluncur deras ibarat anak panah yang melesat dengan cepat mengikis dan melunturkan secara perlahan namun pasti nilai-nilai luhur bangsa yang diwarisi oleh para pendiri bangsa ini.
Kita tentu masih ingat bahwa bangsa ini berdiri diatas semua golongan dan elemen masyarakat yang saling bahu-membahu mengorbankan cucuran keringat, harta, dan tetesan darah yang tak ternilai dengan apapun. Kemerdekaan bangsa ini dibangun melalui kontruksi kebersamaan dan semangat persatuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang lebih baik dan bermartabat. Semangat kebersamaan inilah yang kemudian menghilangkan sekat-sekat agama, golongan, partai, unsur kedaerah, dan primordialisme.
Betapa sikap kebersamaan itu menjiwai dengan tulus ikhlas perjuangan para pendahulu kita sehingga secara periodik semangat sumpah pemuda, perumusan Pancasila sebagai dasar negara dan Kemerdekaan bangsa ini lahir atas ridho Allah SWT.  
Seiring berjalanya waktu dan berubahnya tatanan nilai yang cenderung pada materialistik dan hedonisme kehidupan mengubah nilai kebersamaan menjadi nilai egoisme baik individual maupun golongan. Agama manapun di dunia selalu mengajarkan kepada umatnya dalam hal kebajikan antar sesama. Pun demikian Islam, yang jelas-jelas diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw sebagai rahmatan lil'alamiin (pembawa rahmat atau kedamaian) bagi segenap alam dan insan manusia.
Tapi bukti fisik menunjukkan Anomali dengan apa yang kita harapkan. Pasca Idul Fitri 1433 H betapa hati kita dibuat miris dengan melihat aksi kekerasan dan anarkisme yang terjadi dibeberapa daerah di tanah air. Peristiwa Sampang Madura pertikaian antara pengikut syiah dan suni yang menelan 2 nyawa hamba Allah , pembakaran rumah, dan membuat puluhan orang luka. Tawuran antar warga di Jakarta, Pertikaian antar kampung di Cirebon, pembunuhan seorang tokoh agama dan pengrusakan bangunan tempat ibadah, serta pengrusakan pondok pesantren di wilayah kota Depok. 
Sungguh ironi, moment idul fitri yang harusnya menghembuskan ruh kedamaian, persatuan dan ukhuwah Islamiyah berakhir dengan tragedi yang membuat bumi pertiwi menangis untuk kesekian kalinya. Esensi puasa yaitu menahan diri dari segala perbuatan yang sia-sia (negatif) tidak tertanam dalam qolbu, yang ada hanya sebatas rutinitas dan ritual saja yang muaranya adalah hilangnya ruh ilahiyah pada diri seseorang. Rosulullah saw begitu banyak memberikan contoh kongkret bagaimana kita bersikap dalam beribadah kepada Allah SWT, bermuamallah (bergaul) di masyarakat, dan bernegara. Beliau mengajarkan kelemahlembutan dalam pergaulan, menjaga perasaan orang lain, tepa selira, suka menolong, ramah, dan tegas dalam kemungkaran yang akan mengganggu dan mengancam dakwah beliau. Bukan angkat senjata karena perbedaan aliran/pemahaman, perbedaan golongan atau asal suku, dan keyakinan. Bukankah perbedaan itu sunatullah ? yang harus kita syukuri dan kita maknai untuk lebih menjaga silaturahmi atau kebersamaan dalam hidup sehingga saling melengkapi diantara kelemahan dan kekurangan kita.
" Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal- mengenal satu dengan yang lain " (QS. Al-Hujuraat 13) .
Semoga tragedi ini tidak terulang lagi dimasa-masa yang akan datang, tentu dengan terus berusaha mensyi'arkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'anul karim dan seperangkat undang-undang yang tegas yang menganyomi kehidupan dalam bernegara dan suri teladan dari para pemimpin, ulama, dan kita sebagai warga negara yang baik.

Wallahu'alam          

Jumat, 24 Agustus 2012

Makna Silaturahmi dalam Lebaran

Tanpa terasa bulan Ramadhan yang penuh keberkahan itu telah meninggalkan kita semua. Selama sebulan itu pula Allah memberikan banyak bonus kebaikan dan pahala kepada setiap hambaNya yang berikhtiar dan konsisten dalam bertaqorub illalahu (mendekatkan diri pada Allah SWT)
Ujian dan cobaan selama bulan Ramadhan untuk mengekang hawa nafsu dari hal-hal yang tidak baik atau sia-sia seperti ghibah dan perbuatan lain yang tidak memberikan dampak positif baik bagi dirinya maupun orang lain merupakan langkah awal dari proses pensucian diri untuk menjadi insan atau hamba yang bertaqwa sebagai muara akhir dari hakikat kita berpuasa seperti yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Baqoroh ayat 183 : "Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa".
Dan setelah proses pensucian diri selama satu bulan lamanya maka umat Islam di dunia memasuki bulan Syawal atau hari kemenangan yaitu Idul Fitri. Umat muslim di semua lapisan bumi menyambutnya dengan suka cita dengan berbagai tradisi di negaranya masing-masing. Namun hampir semua tradisi itu mengerucut pada satu moment yaitu silaturahmi. 
Kegiatan silaturahmi menyambung dan mengeratkan kembali simpul-simpul persaudaraan dan nilai kekeluargaan setelah sekian lamanya terkikis oleh jarak dan waktu serta ucapan dan tindakan yang kurang baik. Pada ajang silaturahmi inilah rasa rindu terobati, amarah dan kebencian luruh dalam kerendahan hati. Maka demi mengejar itu semua orang rela untuk bersusah payah mudik (pulang kampung) walau dengan cucuran keringat dan biaya yang tidak sedikit.
Kegiatan silaturahmi tidak saja berimplikasi pada psikhis seseorang tetapi juga sangat berimplikasi pada kesehatan fisik seseorang.
Mahi M Hikimat dalam sebuah Opini di sebuah harian di Jawa Barat mengutip hasil penelitian Stewart yang membuktikan bahwa orang yang terkucil secara sosial cenderung lebih cepat mati. Kemampuan berkomunikasi (silaturahmi) yang buruk mempunyai andil dalam penyakit jantung koroner dan kemungkinan terjadinya kematian naik pada orang yang ditinggalkan mati oleh pasangan hidupnya (Tubbs dan Moss, 1994). Hasil penelitian lain Michael Babyak dkk dari Universitas Duke USA yang melibatkan 750 orang orang-orang kulit putih sebagai sample menunjukkan orang-orang yang berkomunikasi tidak efektif (tidak suka berteman, memusuhi, mendominasi pembicaraan) berpeluang 60% lebih tinggi menemui kematian pada usia dini dibandingkan dengan orang-orang yang berperilaku sebaliknya : ramah, suka berteman, dan berbicara tenang.
Dengan bercermin pada pemaparan di atas maka sesungguhnya komunikasi (menjalin silaturahmi) itu sangat penting bukan saja pada moment idul fitri, tapi disetiap saat dan kesempatan. Maka benar apa yang pernah disampaikan oleh Rosulullah saw bahwa "Silaturahmi itu akan memperpanjang umur seseorang".
wallahu'alam             

Sabtu, 21 Juli 2012

Marhaban Ya Ramadhan

" Seandainya umatku mengetahui apa yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar supaya semua tahun itu menjadi bulan Ramadhan". Karena sesungguhnya semua kebaikan berkumpul di bulan Ramadhan, ketaatan diterima (oleh Allah), semua doa dikabulkan, semua dosa diampuni dan sorga rindu kepada mereka . (H.R. Ibnu Abbas)  

Seiring berputarnya bumi mengelilingi matahari dan bulan berevolusi terhadap bumi, seiring itu pula pergantian siang dan malam hari, hari berganti hari, dan bulan berganti bulan, serta tahun berganti tahun. Tanpa terasa bulan yang dirindukan umat Nabi Muhammad Saw  telah tiba, bulan yang amat suci dan mulia.
Umat Muslim di lapisan jagat raya menyambutnya dengan suka cita, penuh kegembiraan dan keikhlasan mengharap ridho Allah SWT, ampunan serta terbebasnya dari siksa api neraka. Itulah bulan Ramadhan.
Keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan menjadi magnet tersendiri bagi umat muslim sebagai ladang dan motivasi dalam memperbaiki diri menjadi hamba yang taqwa. Hamba yang dinantikan kehadirannya oleh surga yang di bawahnya mengalir anak-anak sungai dan kenikmatan yang tidak pernah terbetik oleh manusia di bumi. Cuplikan hadist di atas memberikan diskripsi kepada kita betapa sesungguhnya orang-orang yang berpuasa dengan ikhlas merasakan kehilangan yang sangat ketika Ramadhan akan meninggalkanya, sehingga ia berharap agar Ramadhan hadir selama setahun penuh. Sebuah kerinduan yang teramat sangat dalam menjaga kemuliaan diri di hadapan Robbi ilahi.
Untuk menjaga kesucian bulan nan agung inilah kita dianjurkan untuk menyibukkan diri mengabdi kepada Allah SWT dan beramal shalih, memperbanyak membaca Al-Qur'an dengan kajian-kajianya, melakukan ibadah-ibadah sunah yang mungkin sering kita tinggalkan (sholat Dhuha, Tahajud, Rowatib, dsb) dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang sia-sia yang akan membatalkan dan mengurangi pahala puasa, seperti ghibah, bercanda secara berlebihan dan perbuatan lain yang tidak mendatangkan manfaat sekecil apapun.
Selamat meraih kemuliaan bulan Ramadhan semoga Allah SWT memberikan kekuataan iman, islam, dan kesehatan sehingga kita selalu menjadi hambaNya yang bertaqwa.
Marhaban ya Ramadhan ....      

Kamis, 19 Juli 2012

WELCOME SCHOOL SDI DIAN DIDAKTIKA
TH. AJARAN BARU 2012-2013

Setelah melewati proses pembelajaran selama kurun waktu satu tahun pelajaran (2011-2012) dan libur panjang akhir tahun pelajaran, maka hari Senin, 16 Juli 2012 dimulailah awal tahun pelajaran baru 2012-2013. Semua elemen yang terkait progam pendidikan, baik pemerintah, lembaga penyelenggara pendidikan, orangtua, dan siswa menyambutnya dengan antusias dengan satu harapan meraih sesuatu yang lebih baik dalam pengembangan pendidikan baik bersifat akademis maupun non akademis.
Yayasan Dian Didaktika sebagai salah satu institusi yang bergerak dalam dunia pendidikanpun tak kalah antusias dalam menyambut tahun ajaran baru 2012-2013. Dari tingkat Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masing-masing memiliki keunikan sendiri dalam menyambut tahun pelajaran baru, demikian juga penyambutan spesial untuk murid-murid baru yang baru memasuki jenjang baru ditingkatanya masing-masing.
Kalau tingkat KB dan TK menyambut siswa baru dengan cara bermain dan bernyanyi bersama, SMP dan SMA dengan kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS), maka SDI Dian Didaktika memiliki keunikan tersendiri dalam penyambutan siswa baru. Dengan Tema " Kebersamaan dalam Perbedaan " acara penyambutan ini (welcome school) terasa lebih meriah dan bermakna. Adik-adik baru yang duduk di kelas satu disambut dengan sikap bersahabat oleh kakak kelas 6 yang menggandengnya ke tengah lapangan upacara. Bukan itu saja sambutan hangat dan bersahabatpun ditunjukkan oleh seluruh Dewan Guru dan Kepala Sekolah dengan membawan tari Tor-Tor yang berasal dari daerah Sumatera Utara dengan iringan lagu " Sigulempong ".  Karena waktunya yang hampir bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadhan maka nuansa welcome school pun terasa aura Ramadhannya. Senandung lagu " Marhaban Ya Ramadhan " dikumandangkan untuk mengingatkan kesemua siswa dan dewan guru bahwa kita siap menyambut bulan nan agung itu dengan hati senang dan semangat.

Welcome School menjadi sebuah tradisi di awal tahun pelajaran baru untuk membina dan mengembangkan karakter : bersahabat, peduli, cinta tanah air, religius, disiplin, dan karakter positif lainya sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa untuk lebih semangat lagi dalam belajar dalam mencapai cita-cita yang mereka inginkan. Semoga berhasil ....    

Rabu, 18 Juli 2012

SUPERCAMP SDI DIAN DIDAKTIKA
TAHUN 2012

Supercamp merupakan kegiatan perkemahan yang rutin diadakan setiap tahun oleh siswa/i SDI Dian Didaktika selepas kegiatan ujian kenaikan kelas (UKK). Kegiatan ini sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir. Pada awalnya kegiatan ini diadakan oleh siswa/i yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka, kemudian disusul oleh peserta ekskul klub sains dan bahasa Inggris. Seiring berjalannya waktu kegiatan ini kemudian diikuti oleh peserta ekskul robotik.
Ada yang menarik dari kegiatan Supercamp tahun 2012 ini, karena mencoba untuk mengkolaborasikan dengan peserta lain di luar peserta ekskul tersebut. Selain diikuti oleh peserta ekskul klub sains, bahasa Inggris, dan robotik, juga diikuti oleh peserta mandiri dan peserta hasil rekomendasi penelusuran Multiple Intelegency (MI) dari wali kelas 3-5, dimana setiap kelasnya diwakili oleh 6 siswa. Alhasil jumlah peserta supercamp tahun 2012 adalah 100 siswa/i. Peserta rekomendasi MI merupakan bentuk apresiasi dari sekolah untuk siswa/i yang memiliki kecerdasan natural, religius, intrapersonal, dan kinestetik.
Kegiatan Supercamp bertujuan untuk mendidik anak mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki skill life. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan dan mengembangkan 18 nilai karakter positif seperti yang digaungkan oleh pemerintah . Kegiatannya mencakup cara mendirikan tenda, memasak, ketrampilan menghias layang-layang, membuat wayang dari daun, outbond, tracking, kunjungan ke peternakan kambing otawa, jurit malam, dll.
Peserta Supercamp tahun 2012 cukup tertantang dan banyak mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Hampir seluruh peserta menyatakan kesan yang baik dengan kegiatan supercamp bahkan mereka menginginkan kegiatan ini waktunya lebih lama lagi sampai 1 minggu lamanya, padahal secara rutin cuma tiga hari.
Bravo peserta Supercamp 2012 semoga ilmu yang kalian dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari...amin   

Selasa, 17 Juli 2012

Liburan Bersama Xenia
Liburan adalah saat-saat yang ditunggu oleh sebagian besar orang untuk melepaskan beban kerja, pikiran, dan aktifitas lainya yang selama ini menggelayuti dalam kehidupanya. Tanpa mengenal usia, moment ini sangat penting untuk merelaksasi organ tubuh yang mengalami masalah dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.
Liburan akhir tahun pelajaran 2011-2012 menjadi berbeda ketika muncul sebuah gagasan untuk mengadakan tour ke Jawa dengan beberapa teman guru di SDI Dian Didaktika Cinere Depok dengan mengendarai mobil Xenia produk kebanggaan Daihatsu. Setelah melalui serangkaian diskusi ditetapkanlah kota-kota dan obyek wisata yang akan menjadi tempat kunjungan antara lain Semarang, Solo, Yogyakarta, Magelang, dan Purwokerto.
Matahari belumlah menampakkan sinarnya yang merona, tepat pukul 03.00 WIB dihari Senen, 25 Juni 2012 kami berangkat dari rumah masing-masing dan berkumpul di rest area Km 57. Setelah melaksanakan sholat subuh kami mulai perjalanan menuju ke Semarang dengan terlebih dahulu mampir ke kota Brebes untuk mengisi perut yang sudah mulai tak kompromi lagi. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam dari Depok, tibalah kami di Kota Semarang, kota yang terkenal dengan Bandeng Prestonya.
Tak ada keluhan yang kami alami selama perjalanan dengan Xenia dengan kecepatan antara 70-80 km/jam. Melepas kepenatan selama dalam perjalanan suasana malam jalan Simpang Lima Semarang memberikan aroma relaksasi bagi kami. Selasa, 26 Juni 2012 setelah wisata ke bangunan tua Lawang Sewu, tepat pukul 09.00 kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Kami sempat singgah ke beberapa tempat yang menarik perhatian mata, seperti sisa-sisa letusan gunung berapi, candi Prambanan, Museum Merapi, dan Malioboro. Dua hari di Yogyakarta terasa masih kurang tapi kami harus melanjutkan perjalanan ke Baturaden Purwokerto. Semalam menikmati udara Baturaden kami menginap di Hotel Wijaya Kusuma. Jum'at 29 Juni 2012 akhirnya perjalanan tour Jawa kami berakhir. Kami harus kembali ke rumah masing-masing... sampai kami alhamdulillah selamat di tempat tujuan masing-masing. 
Add caption