Jumat, 01 Maret 2013

HUT Dian Didaktika ke 29

Tanpa terasa seiring bergulirnya waktu Yayasan Dian Didaktika telah berkiprah selama 29 tahun dalam berkiprah di dunia pendidikan Indonesia. Tanggal 22 Februari 1984 merupakan momentum bersejarah bagi Yayasan Dian Didaktika, karena saat itulah secara resmi yayasan ini lahir, buah dari pemikiran para pendiri dan pengurus yayasan dalam mengusung misi pendidikan dan sosial dengan mengedepankan budi pekerti atau nilai-nilai karakter.
Dari sebuah garasi mobil yang sangat sederhana milik keluarga Bapak Dr. Sulastomo, M.Ph di jalan Ambon Cinere Depok, yayasan Dian Didaktika memulai kiprahnya dalam membantu pemerintah di sektor pendidikan dengan mendirikan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Dian Didaktika. Kemudian seiring dengan tingkat kepercayaan yang tinggi oleh masyarakat terhadap yayasan Dian Didaktika maka dirasa perlu untuk pengembangan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Sampai sekarang yayasan Dian Didaktika telah mendirikan lembaga pendidikan formal dari tingkat Kelompok Bermain (KB) sampai dengan SMA.
Di usianya yang ke 29 yayasan Dian Didaktika tetap komitmen dalam menyelenggarakan lembaga pendidikan yang berkualitas baik secara akademik maupun non akademik, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budi pekerti sebagai ruh dalam proses belajar dan bergaul di masyarakat. Maka sebagai wujud syukur atas usianya yang ke 29, yayasan Dian Didaktika menyelenggarakan beberapa kegiatan atau event yang banyak memberikan kontribusi positif dalam program pendidikan. 
Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT Dian Didaktika ke 29 antara lain :
1. Dian Didaktika Art Competition (DDAC) 
    DDAC merupakan kegiatan lomba di bidang seni yang diikuti 
    oleh murid tingkat TK - SMA, meliputi :  
    a. Solo Vocal
    b. Fashion 
    c. Mewarnai dan melukis
    d. Poster manual dan digital
2. Pemeriksaan Gigi massal yang diikuti sekitar 600 peserta dari 
    murid TK - SD yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Gigi Anak 
    dengan melibatkan 60 dokter gigi anak.
3. Seminar dengan tema " Gigiku Sehat Tubuhku Kuat " yang di
    ikuti oleh kurang lebih 100 peserta.
Semoga di usianya yang sudah dewasa Dian Didaktika lebih banyak lagi berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di negeri ini... amiiin . 
Selamat HUT Dian Didaktika ke 29 Jayalah selalu dunia pendidikan Indonesia
   

Sabtu, 23 Februari 2013

Negeri Syurga Koruptor

Dalam kurun waktu sebulan ini lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 3 orang penting menjadi tersangka dalam kasus korupsi dan gratifikasi pembangunan sport centre Hambalang dan impor daging sapi. Andi Alfian Malarangeng, Anas Urbaningrum, dan Luthfi Hasan Ishaq adalah sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jejak perjuangan beliau-beliau dalam meniti karir tentu tidak semudah membalikan tangan. Idealisme menjadi sesuatu yang berharga ketika mereka belum menapaki jalur politik yang sarat dengan intrik-intrik. 
Namun ketika kepentingan pribadi, golongan, dan kelompoknya lebih diutamakan dibandingkan kepentingan umum, bangsa, dan rakyat Indonesia maka arah dan tujuan idealisme dalam rangka memajukan kesejahteraan rakyat dan bangsa dalam skala makro menjadi impian di siang bolong. Kekuasaan bukan lagi sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya justru menjadi alat dalam memperkaya diri dan golongan tertentu. Inilah kejahatan kerah putih yang begitu menyengsarakan rakyat dan bangsa Indonesia. 
KPK yang menjadi gerbong dalam pemberantasan korupsi tentu harus diapresiasi dan dibantu sekuat tenaga untuk terus konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi secara independen tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun. Energi yang besar sangat dibutuhkan KPK dalam mengobati penyakit korupsi yang sudah kronis di negeri ini. Betapa tidak tiga lembaga sebagai pilar negara ; Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif sudah digerogoti virus yang mematikan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prof. Mahfud MD ketua Mahkamah Konstitusi dalam sebuah pidatonya pada acara Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengatakan "Lembaga Kementerian rusak, Legislatif Bobrok, Eksekutif rusak. Yudikatif lebih gila lagi lebih rusak lagi. Lebih gila lagi ada jual beli perkara," 
Inilah negeri syurga bagi koruptor karena lemahnya penerapan hukum di negeri kita. Hukum hanya berlaku bagi yang lemah, miskin dan tak berdaya, tapi sebaliknya menjadi tumpul ketika berhadapan dengan materi. Ibarat pisau atau pedang yang tajam ujungnya dan tumpul pada bagian belakangnya. Menjadi lebih sulit lagi jika aparat penegak hukum yang harusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum menjadi tak berdaya dalam lingkaran kekuasaan dan materi. 
Inilah bangsa Indonesia yang didirikan dengan tetesan air mata, keringat, dan darah oleh para founding fathers harus tercabik-cabik oleh anak bangsa sendiri. Nilai-nilai patriostisme, religiusitas, kejujuran, tanggung jawab hanya baru pada tataran blue print kognitif belum mengakar pada relung-relung hati paling dalam. Mungkin bangsa kita harus banyak belajar dari negeri seberang dalam pemberantasan korupsi, karena korupsi tanpa mengenal agama, golongan, ataupun status sosial. Ia akan menjadi sel kanker yang akan bertambah ganas apabila tidak diobati dan dibasmi ke akar-akarnya.
Mari renungkan bersama hadist dari Rosulullah Muhammad Sholallahu Alaihisalam kurang lebih 1400 tahun yang lalu yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi : " Allah SWT melaknati orang-orang yang menyogok dan disogok ". " Penyogok dan yang disogok tempatnya adalah neraka ".
Wallahu'alam

Sabtu, 12 Januari 2013

PEMBUBARAN RSBI

Mahkamah Konstitusi dalam sidangnya pada hari Selasa, 8 Januari 2013 secara tegas memutuskan untuk membubarkan program Sekolah Berstandar Internasional (SBI) maupun Rintisan Sekolah Berstandar Internasional karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Ini artinya MK membatalkan pasal 50 ayat 3 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang mengatur tentang Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).
Dengan dikeluarkannya putusan dari MK bahwa Pasal 50 ayat 3 UU No.20/2003 tentang Sisdiknas adalah Inkonstitusional, artinya mengisyaratkan pembubaran terhadap RSBI/SBI itu sendiri. MK menilai bahwa dalam pelaksanaan RSBI/SBI ini telah menimbulkan terjadinya diskriminasi dan kesenjangan akses bagi masyarakat untuk dapat memperoleh pendidikan di RSBI/SBI tersebut.
Program RSBI merupakan salah satu program unggulan Kemendiknas untuk menciptakan suatu sekolah yang bermutu dan diharapkan dapat membekali para siswanya untuk bisa berkompetisi dengan tatanan dunia secara global. Program ini tentu sangat menarik dan baik untuk dunia pendidikan kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih kompetitif baik dalam skala nasional maupun internasional.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata program RSBI menyimpang dalam impilkasinya, hitung-hitung menciptakan Sekolah Bertaraf Internasional yang terjadi malah orang mencapnya sebagai Sekolah Bertaraf Internasional. " Penyimpangan " program RSBI dapat ditelusuri dari beberapa pendapat pakar dan pemerhati masalah pendidikan, antara lain :
1. Mahalnya biasa RSBI menyebabkan program ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan orang-orang mampu atau kaya saja. Walaupun pemerintah memberikan kuota 20%  untuk kalangan tidak mampu (miskin) tapi karena belum adanya kategori yang mendetail tentang golongan tidak mampu maka kuota itupun belum terealisai dengan baik. Regulasi tentang diperbolehkanya RSBI mengadakan pungutan untuk  biaya operasional RSBI/SBI menjadikan sekolah RSBI memiliki kekuatan untuk mengadakan pungutan.
2. Pengunaan Kurikulum Cambride dalam proses pembelajaran dianggap dapat mengurangi nilai-nilai kehidupan lokal dan social kultural keIndonesiaan yang sedang galak-galaknya membangun jati diri bangsa (character building).
3. Penggunaan Bahasa Asing menjadikan para peserta didik menjadi kehilangan jiwa dan semangat kebangsaannya, serta terdegredasi moral dan pemahamannya tentang nilai, kultur dan idiologi bangsa Indonesia.
4. Sumber Daya Manusia (SDM) atau guru-gurunya yang belum memenuhi kualifikasi untuk menerapkan program RSBI.
Dari banyaknya alasan pembubaran SBI/RSBI penulis menganggap alasan terciptanya diksriminasi dalam dunia pendidikan merupakan alasan yang kuat. Karena pendidikan adalah hak setiap anak bangsa tanpa mengenal kasta atau golongan. Tugas pemerintah adalah menciptakan kondisi pendidikan yang dapat menangungi semua golongan masyarakat. Dengan 20%  alokasi APBN cukup bagi pemerintah untuk menyelenggarakan sistem pendidikan yang berkualitas, apabila dirasa masih kurang pemerintah bisa bekerjasama dengan lembaga pendidikan swasta untuk bersinergi dalam merealisasikan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang memadai.
Jadi untuk menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas memang perlu biaya, tapi untuk membangun sistem pendidikan yang berkualitas tidak perlu dengan biaya mahal (high cost) .

Moh. Syahudin H
Guru SDI Dian Didaktika Cinere-Depok
Email : Syahudin70@yahoo.co.id 

Kamis, 03 Januari 2013

KAPITA SELEKTA DIAN DIDAKTIKA ( Bu Nunuk Sulastomo)

Foto : Pengurus yayasan beserta guru-guru SD
Rentang perjalanan Yayasan Dian Didaktika selama 28 tahun dalam berjuang mendedikasikan diri kepada tanah air di ranah pendidikan sedikit banyak telah mewarnai kehidupan dunia pendidikan Indonesia. Di awali dari niat ikhlas para pendiri yayasan untuk mewujudkan satu sekolah Islam yang modern dengan tidak meninggalkan cultur asli Indonesia dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Dari sebuah garasi mobil yang sempit dan sumber daya manusia serta sarana yang sangat terbatas perjuangan itu dimulai. Perjuangan yang tak kenal lelah diiringi dengan sikap tawakal kepada Allah SWT tentu berbuah kesuksesan. Dari sebuah Taman Kanak-Kanak (TK), Yayasan Dian Didaktika terus melebarkan sayapnya dari mulai jenjang Kelompok Bermain (KB) sampai ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Ratusan bahkan ribuan almuni telah menyelesaikan jenjang pendidikannya dan telah berkiprah di dalam masyarakat sesuai dengan bidang keahlian atau profesinya masing-masing.
Keberhasilan Dian Didaktika dalam menyelenggarakan pendidikan tentu harus dibarengi dengan sistem pelayanan yang baik dan menyenangkan. Pelayanan yang baik dan menyenangkan mengacu pada pedoman 5 S, yaitu : Senyum, Sapa, Salam, Santun, dan Syukur. Sistem pelayanan yang ramah ini diharapkan dapat memuaskan pelanggan dalam hal ini adalah siswa dan orang tua murid serta masyarakat di sekitarnya.
Di samping pelayanan yang ramah, ciri khas lain yang menjadi nilai (value) di Dian Didaktika adalah komitmen untuk menjaga kebersihan, baik kebersihan diri (badan, gigi, kuku, pakaian, dll) maupun lingkungan dan turut aktif dalam gerakan penghijauan (Go Green) dan penyelamatan bumi (Save Our Earth). Dari program inilah menghasilkan sarana belajar (sekolah) yang asri, hijau, bersih, nyaman dan sehat.
Inilah sekelumit butiran-butiran pesan moral yang disampaikan oleh Ibu Dra. Hj. Nunuk Murdiati Sulastomo selaku ketua Yayasan Dian Didaktika di hadapan pengurus yayasan, para guru, karyawan, dan tamu undangan pada acara Workshop bertema Kapita Selekta Dian Didaktika di Auditorium Dian Didaktika pada Kamis, 3 Januari 2013. Semoga cita-cita luhur ini dapat kita wujudkan di masa sekarang dan yang akan datang ... amin   
     

Minggu, 30 Desember 2012

Selamat Jalan Bapak Soemarno Soedarsono

Sumber Foto :sosok kompasiana.com

When wealth is lost
Nothing is lost
When health is lost
Everything is lost
But when character is lost
Everything is lost

Minggu, 15 November 2012 awan hitam menggelayuti bumi pertiwi Indonesia. Salah satu putra terbaik bangsa dipanggil untuk selama-lamanya oleh sang khalik setelah menjalani perawatan di RS Setia Mitra Jakarta dalam usia 82 tahun. Bapak Soemarno Soedarsono telah meninggalkan kita semua dengan kenangan yang sangat berharga, bukan uang atau materi kebendaan tapi ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh.
Di tengah keterpurukan bangsa dengan segudang problematikanya ; korupsi, tawuran, mental Asal Bapak Senang (ABS), kekerasan, dll almarhum dengan santun dan gagahnya mengingatkan kembali arti pentingnya pembangunan karakter bagi bangsa Indonesia untuk meraih kejayaan seperti pada masa lampau.
Keterpurukan bangsa ini terjadi karena mulai lunturnya penanaman nilai-nilai luhur atau karakter dalam hati anak-anak bangsa. Nilai-nilai patriotisme, peduli, toleransi, kerjasama, rasa ingin tahu, tanggung jawab, religiusitas,ramah dll harus terus dikobarkan dalam setiap benak bangsa Indonesia. Karena inilah nilai-nilai luhur yang telah di wariskan oleh founding father bangsa ini dengan tetesan keringat dan tumpahan darah, dan inilah sejatinya bangsa Indonesia.
Perjalanan hidup almarhum sebagai seorang militer sejati telah memberikan banyak pembelajaran bagaimana membawa bangsa ini untuk meraih cita-cita luhur yang telah diamanatkan dalam UUD 1945 membawa kesejahteraan bangsa dengan limpahan kekayaan alam dan budaya yang dilimpahkan oleh zat yang maha kuasa. Meski usia yang mulai udzur tapi semangat muda dan jiwa prajuritnya tidak boleh padam dalam menyemai nilai-nilai karakter bagi generasi penerus bangsa. Rangkaian kegiatan pelatihan, workshop, seminar dsb beliau lakukan ke seluruh nusantara dalam memberikan pemahaman dan keteladanan bagi kejayaan bangsa melalui pendidikan karakter.
Inilah amal sholeh yang penulis anggap sangat berharga dan bermakna bagi kemajuan bangsa Indonesia, sekarang dan masa yang akan datang.
Sudah barang tentu penanaman karakter tidak cukup dengan satu aspek pengetahuan saja (kognitif) tapi penerapan dan suri teladan menjadi panglima dalam keberhasilan penanaman karakter.
Lembaga pendidikan baik formal, non formal, dan informal tentu menjadi wadah yang strategis dalam penerapan nilai-nilai karakter seperti yang didengungkan pemerintah dalam rangka hari pendidikan nasional tahun 2012.
Semoga amal sholeh beliau bisa menghantarkan kepada kebahagiaan hakiki yaitu surga yang telah dipersiapkan oleh Allah SWT, dan cita-cita beliau untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih bermartabat dan beradab menjadi sebuah kenyataan ....amin
Selamat Jalan Bapak Soemarno Soedarsono... Selamat Istirahat Bapak Karakter Bangsa .... Kami semua kehilanganmu. Turut berduka yang sedalam-dalamnya untuk keluarga beliau, Yayasan Jati Diri Bangsa, PT. Damavita Niaga, Bu Vita Manurung... dan keluarga besarnya. 

Moh. Syahudin H (Guru SD Dian Didaktika)

Jumat, 28 Desember 2012

Menyambut Tahun Baru 2013

Dalam hitungan hari tahun 2012 akan meninggalkan kita semua, bersama dengan kenangan manis dan pahit yang kita rasakan. Kenangaan manis tentu yang terkait dengan keberhasilan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang telah dicapai selama tahun 2012. Pun kenangan pahit yang terkait dengan kegagalan, kesulitan, kesedihan, dan kedukaan menjadi sebuah moment yang tak mungkin terlupakan begitu saja.
Manis dan pahit, suka dan duka, sukses dan gagal adalah proses alamiah (sunatullah) yang selalu beriring dalam kehidupan setiap manusia.
Di balik itu semuanya tentu Allah SWT yang Maha Mengetahui akan melihat sejauh mana kita mensikapi moment yang bertolak belakang itu. Karena pada hakekatnya Allah SWT tidak akan membiarkan hambaNya mengucapkan kami beriman sebelum Allah menguji keimanan hambaNya.Ujian dari Allah SWT kepada setiap hambaNya tidak selalu hal-hal yang tidak menyenangkan (kedukaan,kesedihan,dan kegagalan) tapi sebaliknya kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan juga merupakan sebuah ujian atau cobaan yang tidak kalah beratnya.
Betapa banyak diantara kita umat manusia yang berhasil lulus menerima ujian atau cobaan kala dihadapkan pada sesuatu yang berhubungan dengan penderitaan, kemiskinan dan kegagalan dalam hidup, tapi ketika dihadapakan pada ujian atau cobaan yang terkait kesenangan, kebahagiaan, kekayaan, dan kesuksesan kita jadi lupa diri, sombong, dan takabur. Seolah semua pencapaian prestasi yang kita raih adalah semata-mata usaha kita sendiri tanpa turut campur rahman dan rohim Allah SWT. Walau tidak sedikit diantara kita yang berhasil menjalani ujian atau cobaan dalam kondisi yang sebaliknya.
Orang bijak selalu berkata " Kegagalan adalan kesuksesan yang tertunda ", karena dari kegagalan kita akan terus belajar menutupi setiap celah kekurangan atau kelemahan yang selalu kita lakukan dan kemudian mencari solusi yang terbaik untuk menutupi kelemahan dan kekurangan diri. Proses inilah yang kemudian melahirkan kreativitas yang berujung pada pencapaian kesuksesan atau prestasi gemilang. Kita tentu harus belajar dari tokoh-tokoh terkenal yang menginspirasi perubahan dunia menuju ke arah yang lebih baik, seperti Nabi Muhammad SAW, Ibnu Khaldun, Al-Jabar, Ibnu Sina, Thomas Alva Edison, Steven Jobs, Bill Gates, dll.
Sebaliknya kesuksesan, kebahagiaan, dan gemilangnya prestasi yang kita peroleh hendaknya terus disikapi dengan sikap bersyukur kepada Allah SWT, menjadikan kita pribadi yang rendah hati, tidak sombong, sikap berbagi dengan sesama manusia dan usaha yang tidak henti untuk terus berprestasi mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. 
Dan ingatlah takkala Allah SWT berfirman, " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih ".   (QS.  Ibrahim 14 : 7).
Jadi sebelum menyosong tahun baru 2013 mulailah membuka lembar instropeksi atau bahan evaluasi diri (muhasabah) terhadap apa-apa yang telah kita lakukan dan langkah apa memberyang kita kerjakan untuk masa depan kita. Dan berikutnya silakan untuk memberikan penilaian diri termasuk umat golongan manakah kita sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh rosulullah saw :
1. Golongan yang Merugi    : Jika tahun ini sama dengan tahun yang lalu
2. Golongan yang Celaka     : Jika tahun ini lebih jelek dari tahun kemarin
3. Golongan yang Beruntung : Jika tahun ini lebih baik dari tahun kemarin
Selamat Tahun Baru 2013 semoga menjadi pribadi yang beruntung... wallahu'alam
    

Selasa, 23 Oktober 2012

TAWURAN PELAJAR DAN SOLUSINYA

Awan mendung kembali menggelayuti bumi pertiwi Indonesia, menorehkan tinta hitam wajah pendidikan tanah air. Aksi anarkisme kembali dipertontonkan anak-anak bangsa harapan dan tumpuan masa depan bangsa. Tawuran antara pelajar SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta kembali terjadi pada hari Senin, 24 September 2012 disiang bolong ketika lantunan adzan berkumandang membahanakan relung-relung suci untuk segera memenuhi panggilan Allah SWT.  Seorang pelajar kelas 1 SMAN 6 Jakarta bernama Alawy (15 th) tewas dengan luka sabetan senjata tajam di bagian dadanya. Dua hari berselang tawuranpun kembali pecah dengan melibatkan 2 sekolah yaitu SMK Yayasan Karya (YAKE) dengan SMK Kartika Zeni. di daerah Tebet Jakarta Selatan. Perisitwa inipun harus dibayar mahal dengan tewasnya seorang pelajar kelas tiga dari SMK Yayasan Karya (YAKE) Denny Januar.
Dua peristiwa mengenaskan ini tentu sudah cukup untuk menjadi pelajaran yang harus segera kita sikapi dengan sungguh-sungguh dan itikad yang baik dari semua pihak yang berkepentingan. Persitiwa tawuran antar pelajar terjadi bukan serta merta terjadi dengan tiba-tiba, tapi ada sebuah kepentingan dan rencana yang terorganisir maupun tak teroganisir untuk kepentingan kelompoknya masing-masing. Unsur egoisme untuk menaikan citra atau gengsi di setiap kelompok pelajar, dendam kesumat yang terus diwariskan, kurangnya respek terhadap lingkungan sekitar sekolah, dan gersangnya nilai-nilai spiritualitas dalam setiap pribadi para siswa menjadi faktor kuat yang menyebabkan peristiwa tawuran ini kerap terjadi. 
Fenomena tawuran ini tentu sudah banyak pengkajian melalui forum diskusi, seminar, maupun workshop yang sudah barang tentu ditujukan untuk mencari solusi terbaik dalam mencegah dan meminimalisir terjadinya tawuran antar pelajar .Beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan alternatif solusi dalam mencegah tawuran ini antara lain :
1. Meningkatkan Kepedulian
Semua elemen masyarakat diajak untuk sama-sama lebih      peduli      dengan gejala atau kemungkinan akan  
terjadinya tawuran. Pihak-pihak terkait seperti sekolah (warga sekolah), masyarakat di  sekitar sekolah, 
orang tua murid dan pihak keamanan harus tahu dan mengerti gejala dan penanggulangannya ketika gejala tawuran itu akan terjadi sehingga secepat mungkin tawuran itu dapat dicegah
2. Kegiatan Positif
Pada usia rentan transisi dari tahap remaja dan dewasa para pelajar memiliki keukuatan energi yang besar. Apabila energi ini tidak tersalurkan pada kegiatan-kegiatan positif maka akan lahir kekuatan negatif yang mendorong mereka untuk berbuat yang tidak baik. Kegiatan ekskul, organisasi sekolah, pecinta alam dan menjalin kemitraan bersama dengan dua sekolah yang selama ini "berseteru" dalam satu event yang akan menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai humanisme, spiritualisme, etika dan estetika tentu akan dirasakan positif dalam mencegah tawuran tersebut.
3. Menjalin Komunikasi
Menjalin komunikasi sangat penting terutama bagi orangtua dan pihak sekolah untuk menggali informasi
dari para siswa tentang kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh para siswa. Teknologi informasi di masa sekarang dapat menjadi sarana dalam menggali informasi tersebut. Mengajak siswa bicara sudah tentu menjadi barang mewah buat mereka. Karena ketika mereka diajak bicara itu artinya kita menghargai para siswa, eksistensi dan harga dirinya sangat diperhatikan tentu akan berimbas positif kepada image ortu, sekolah dan masyarakat
4. Berintegrasi dengan Media
Media sebagai agen perubahan atau pembaharuan sangat viatl artinya dalam proses perubahan perkembangan diri siswa atau pelajar. Tampilan dan tontonan yang disajikan akan membekas dalam alam bawah sadar siswa atau pelajar, sehingga bisa jadi tontonan yang menyajikan kekerasan, sadisme, dan pornografi akan menjadi sesuatu yang legal dan halal dibenak para pelajar. Untuk itu media harus lebih bijak lagi dalam menyajikan program-program acaranya. Program acara yang mencerdaskan sudah barang tentu
akan berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa.
Sedikit solusi ini mungkin bisa menjadi sedikit cahaya lentera dalam menerangi kegelapan dunia pendidikan ke arah yang lebih baik lagi ...amin.