Senin, 08 Januari 2018

GURU JAMAN NOW

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah terbaru untuk menggambarkan sosok anak yang mengikuti perubahan jaman, atau sering disebut " Kids Jaman Now ". Istilah tersebut bak air mengalir yang terus merambah ke beberapa profesi atau bidang pekerjaan yang menuntut adanya perubahan (inovasi) dalam meningkatkan layanan atau produktifitas kerja, tak menutup mata profesi gurupun salah satu yang harus mengikuti setiap perubahan yang terjadi di masyarakat.
Prof.Dr. Rainald Kasali dalam sebuah bukunya berjudul " Disruption " mendiskripsikan perubahan yang begitu besar di masyarakat akibat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau teknologi digital. Rontoknya beberapa perusahaan ritel ternama dan perusahaan transpotasi (taksi, angkot, metromini, dsb) menjadi bukti nyata derasnya pengaruh teknologi digital di samping pengaruh lainya seperti berubahnya tatanan hidup bermasyarakat dan nilai-nilai kehidupan yang selama ini dipegang teguh oleh orang-orang tua dahulu.
Sebagai sosok pribadi yang terpandang dan diteladani serta menjadi contoh di masyarakat (digugu dan ditiru) guru mempunyai kedudukan yang strategis dalam mengubah tatanan masyarakat yang lebih baik. Laju teknologi dan komunikasi menjadikanya sebagai peluang untuk berinovasi dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan kualitas pembelajaran dan pendidikan pada umumnya dapat lebih berkualitas dan bermakna sesuai dengan tuntutan keterampilan abad 21 yaitu : Communication, Critical Thingking, Collaboration dan Creativity-Innovation.

Bukan perkara yang mudah untuk mewujudkan tuntutan abad 21 bagi seorang guru, karena diperlukan kesadaran yang tak bertepi dan kegigihan seorang guru yang berani keluar dari zona nyaman atau comfort zona yang selama ini bergelanyut dalam diri seorang guru. Akhirnya hanya guru-guru yang memiliki nawaitu yang lurus dan usaha tak kenal putus asa yang akan tetap diakui keberadaannya di tengah-tengah arus jaman yang semakin modern dan kompetitif.
 
Berikut beberapa indikator " Guru Jaman Now " yang diinginkan dari beberapa pendapat tokoh masyarakat, siswa, dan guru :
1. Guru harus memiliki akhlak yang baik karena sebagai panutan masyarakat dan siswa.
2. Fungsi guru lebih didorong sebagai fasilitator, motivator, dan kolaborator.
3. Program pembelajaran haruslah yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM). 
4. Guru yang ramah dan menjadi pendengar yang baik manakala siswa menceritakan keluh kesah (curhat) sangat diidolakan oleh siswanya. Jadi berhentilah menjadi sosok guru yang "killer" dengan asumsi supaya ditakuti dan disegani oleh siswanya.
5. Guru harus memiliki kemampuan dalam mengakses internet dan teknologi komunikasi lainnya seperti handphone dan akses dalam menggunakan media sosial. Kemampuan mengakses internet siswa terkadang lebih cepat dibandingkan guru, maka guru harus melek teknologi.
6. Guru harus meningkatkan kompetensi dasarnya melalui pelatihan-pelatihan, workshop, forum guru, dan penguasaan bahasa Inggris yang baik.
7. Guru harus meningkatkan kemampuan literasinya dengan banyak membaca buku dan menulis. Kemampuan literasi anak-anak Indonesia masih sangat memprihatikan, untuk itu peran guru sangat dinantikan untuk menggiatkan literasi siswanya.


Dengan indicator-indikator tersebut maka diharapkan kita tidak akan melihat lagi sosok guru yang “ alergi “ dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena itu sebuah keniscayaan. Selamat menjadi guru yang professional, yang dijadikan panutan bagi semua orang dengan berbekal pengetahuan yang luas dan menjadi agen perubahan dalam menyongsong abad 21.
   

Kamis, 07 April 2016

SD Islam Dian Didaktika Juara Umum O2SN, FLS2N, dan OSN Kecamatan Cinere

Juara Umum O2SN Kec. Cinere Th. 2016
Perhelatan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar telah rampung dilaksanakan di tingkat Kecamatan Cinere Kota Depok. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan tiap tahun dalam rangka mengembangkan prestasi siswa dibidang olahraga, seni, dan sains serta matematika.
Gelaran ini dilaksanakan secara maraton dengan durasi waktu sekitar satu bulan lamanya. Pembukaan kegiatan O2SN, FLS2N, OSN tingkat kecamatan Cinere dilaksanakan di SDN Cinere 03 dengan pembina upacara Bpk. Azhari, S.Sos mewakili Camat Cinere.
Dari beberapa mata lomba atau pertandingan pada ajang O2SN tahun 2016 ini, SD Islam Dian Didaktika mendominasi perolehan medali emas atau perolehan juara pertama, antara lain :
  1. Bulu tangkis tunggal putra      : Ananda Rama
  2. Bulu tangkis tunggal putri       : Ananda Neisha
  3. Renang putra                           : Ananda Zhilal
  4. Renang putri                            : Ananda Nadhira
  5. Tenis Lapangan                       : Ananda Nadya
  6. Tim Mini Soccer                      : Ananda Rama, Zhilal, dkk        Sementara itu untuk ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Cinere, SD Islam Dian Didaktika yang mengirimkan siswa-siswa terbaiknya berhasil memborong juara pertama dan meraih predikat juara umum. Dari 12 mata lomba, SD Islam Dian Didaktika berhasil meraih 7 kategori juara pertama dengan rincian sebagai berikut :
  1. Cipta Puisi                               : Ananda Aleesha Katya
  2. Cipta Baca Puisi                      : Ananda Talitha Keisha
  3. Melukis                                    : Ananda Safira
  4. Cerita Bergambar                     : Ananda Nada
  5. Solo Vocal                                 : Ananda Salsa
  6. Bermain Pianika                       : Ananda Diva Carissa
  7. Tari Kreasi Baru                        : Ananda Naya, dkk 
Sedangkan untuk kategori Olimpiade Sains dan Matematika (OSN) ananda Rama meraih juara 1 untuk olimpiade matematika.               

Para juara-juara tersebut nantinya akan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, yaitu di Kota Depok, Provinsi, dan Nasional. Selamat kepada siswa-siswa SD Islam Dian Didaktika atas perolehan prestasinya...   
  1. Juara Umum FLS2 N Kec. Cinere 2016

Kamis, 31 Maret 2016

"SEMINAR PARENTING KOMITE SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Nara sumber Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si
Keberhasilan atau kesuksesan anak dalam meraih prestasi baik akademik maupun non akademik tidak lepas dari unsur orangtua sebagai pendidik utama dan pertama di rumah, sekolah (guru), dan lingkungan. Sinergitas ketiga unsur itu juga turut mewarnai kehidupan atau karakter setiap anak.
Selain tiga unsur tersebut ada faktor lain yang berperan besar dalam menentukan keberhasilan dalam mendidik anak, yaitu faktor " Komunikasi ". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Komunikasi berarti pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi bisa disampaikan dalam bentuk lisan atau ucapan, visual atau gambar , maupun bahasa tubuh. Dengan komunikasi yang baik terutama antara orangtua dengan anak atau guru dengan siswanya maka pesan-pesan yang tersampaikan akan mudah dipahami dan dilaksanakan oleh anak atau seorang siswa.
Begitu pentingnya komunikasi efektif bagi orangtua dan guru dalam proses belajar dan perkembangan siswa, maka pengurus BP3 atau Komite Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere yang diketuai Ibu Wenny Habib mengadakan kegiatan Seminar Parenting dengan tema " Komunikasi Efektif dengan Anak " pada hari Sabtu, 20 Februari 2016 dengan menghadirkan nara sumber Psikolog Ibu Nisfie M. Hoesein, P.Si. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh orangtua siswa kelas 1-6, dewan guru, dan undangan.
Berikut ini Gaya Komunikasi yang tidak efektif mengulas makalah seminar tersebut :
  1. Cenderung Menyalahkan, contoh : " Tuh, kan tadi mama bilang apa ? Enggak denger sih...
  2. Memerintah, contoh : " Sudah diam, jangan nangis !"
  3. Mengkritik, contoh : " Katanya jagoan tapi kok nangis ? "
  4. Menasehati, contoh : " Benar khan. Ini akibat kamu enggak mendengarkan mama. Lain kali nurut sama mama! ".
  5. Meremehkan, contoh : " Coba sini mama lihat lukanya. Ah, kayak begini saja sakit ".
  6. Melabel atau Mencap, contoh : "Nakal sih, enggak bisa diam ".
  7. Membandingkan, contoh : " Adik aja waktu lukanya menganga enggak sampai nangis begitu ".
  8. Membohongi, contoh : " Ya, sudah besok pasti sembuh (padahal umumnya 3 hari baru bisa sembuh) ".
  9. Mengabaikan, contoh : " Sudahlah, jangan dirasa-rasain, nonton tv atau baca buku saja sana ". 
 Komunikasi yang efektif ditandai dengan beberapa hal :
a. terjadinya pengertian bersama
b. menimbulkan efek rasa senang
c. mempengaruhi perubahan pada sikap
d. hubungan yang semakin harmonis
e. tindakan mengarah pada hal-hal yang positif
Adapun komponen yang mendukung komunikasi efektif sbb : 
1. Keterampilan verbal (berbicara) yang efektif
2. Keterampilan mendengar yang baik antara ortu dan anak
3. Keterampilan komunikasi non verbal (bahasa tubuh)

Pimpinan Sekolah, Nara sumber, dan Pengurus BP3
Seminar parenting yang dimulai pukul 08.00 WIB berakhir pada pukul 12.00 WIB dan diakhiri dengan sebuah kegiatan hynoterapi bagi seluruh peserta.

Kamis, 21 Januari 2016

PIAGAM BINTANG BPOM UNTUK SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

 

Wali Kota Depok Menyerahkan Piagam Bintang Satu 
Wali Kota Depok dan Sekolah Penerima "Piagam Bintang"
Alhamdulillah penghargaan " Piagam Bintang Satu " dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) Provinsi Jawa Barat diserahterimakan ke SD Islam Dian Didaktika pada hari Senin, 18 Januari 2016 di lapangan upacara Balai Kota Depok. Penyerahan " Piagam Bintang Satu "  dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok, Dr. Nur Mahmudi, M.Sc kepada Drs. Moh.Syahudin H, M.M. selaku Kepala Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere, disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota dan jajaran perangkat pemerintah Kota Depok lainnya. Dalam kesempatan tersebut Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Depok memberikan apresiasi yang tinggi kepada SD Islam Dian Didaktika dan empat sekolah lainnya yang telah bekerja keras dalam mewujudkan kesehatan dan keamanan pangan atau jajanan anak sekolah. Dengan harapan program ini dapat terus digalakan dan diikuti oleh lembaga pendidikan lainnya dalam rangka menumbuhkan kesadaran perilaku hidup sehat dengan mengelola dan mengkonsumsi panganan atau jajanan yang higeinis, sehat dan berkualitas sehingga anak-anak sekolah bebas dari bahan-bahan aditif pada makanan yang akan mempengaruhi kualitas kesehatan dimasa sekarang dan yang akan datang.  

PEMERIKSAAN GIGI SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA

Sebagai bagian dari program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Islam Dian Didaktika, Pengurus BP3 (Komite Sekolah) yang diketuai oleh Ibu Wenny Habib, S.H. mengadakan kegiatan pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan sekali. Kegiatan yang dirintis dengan bekerjasama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan melibatkan tim dokter gigi dari orangtua siswa dan dokter kecil ini bertujuan untuk memberi kesadaran dan pengetahuan kepada siswa tentang arti pentingnya gigi sebagai salah satu bagian tubuh yang sangat penting untuk dirawat dan dijaga kebersihanya. Kegiatan pemeriksaan gigi ini berlangsung selama 6 hari mulai 11-18 Januari 2016 (hari efektif sekolah) dan ditujukan untuk kelas I sampai dengan kelas VI. Alhamdulillah kegiatan pemeriksaan gigi berlangsung dengan baik dan lancar tanpa ada halangan berarti. Seluruh siswa tidak ada yang merasa takut ketika akan diperiksa giginya dan secara garis besar kondisi gigi siswa juga terawat dengan baik. Ini sebagai indikasi bahwa PHBS sangat mendukung ketercapaian pola hidup sehat siswa terutama dalam kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan pemeriksaan gigi diakhiri dengan pemberian ungkapan terimakasih dan cindera mata oleh Kepala Sekolah, Yayasan, dan Pengurus BP3 kepada Tim Dokter Gigi yang memeriksa.

Kepala Sekolah, Pengurus BP3 dan Tim Dokter Gigi

Rabu, 25 November 2015

OPEN HOUSE SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA 2015

Peserta Seminar, Nara Sumber, dan Kepala SDI Dian Didaktika
Bekerjasama dengan salah satu produsen susu kemasan Mimi Ultra, SD Islam Dian Didaktika yang berlokasi di Jl. Rajawali Blok F No.16 Cinere Kota Depok mengadakan kegiatan Open House untuk orangtua dan murid TK di sekitar wilayah Cinere. Kegiatan Open House dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 November 2015. Kegiatan ini diawali dengan penyambutan oleh Tim Gamelan dan Tim Marching SD Islam Dian Didaktika untuk para undangan yang hadir. Usai menyaksikan atraksi atau kebolehan dalam memainkan gamelan Sunda dan Marching, peserta yang terdiri atas orangtua dan ananda mengadakan kegiatan secara terpisah. 
Pyramid Activity
Orangtua mengikuti kegiatan Seminar Parenting dengan tema " Positive Parenting for Positive Attitude ". Seminar Parenting diikuti oleh kurang lebih 100 peserta dengan menghadirkan nara sumber Tri Puspitarini M.Psi. Jika orangtua mengikuti seminar, lain lagi dengan ananda. Ananda yang masih duduk di bangku Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak asyik bermain dengan teman-teman dan didampingi selalu oleh Bapak/Ibu Guru KB,TK, dan SD Islam Dian Didaktika.
Adapun kegiatan bermain bersama ini meliputi :
a. Story Telling
b. Paper Craft
c. Mini Bowling
d. Activity Book
e. Beans in Tin
f. Cup Cake Decorating






g. Pyramid

Kegiatan bermain tersebut dimaksudkan untuk melatih berbagai macam motorik baik motorik kasar maupun halus, kreatifitas, mengembangkan imajinasi, dan kebersamaan diantara mereka. Seluruh murid atau ananda terlihat bahagia, senang, dan ingin mengulang beberapa kali permainan tersebut. Di akhir kegiatan seluruh murid atau ananda mendapatkan souvenir atau goody bag dari panitia, dan orangtua menuju counter panitia Penerimaan Siswa Baru (PSB) SD dan TK Islam Dian Didaktika.
Respon positif dari orangtua murid disampaikan dalam bentuk kesan dan pesan yang dituliskan pada secarik kertas yang telah disiapkan oleh panitia.       

Kamis, 29 Oktober 2015

SD Islam Dian Didaktika Memuliakan Anak Yatim

Kebersamaan bersama Guru, Ortu, dan Siswa
Rosululloh saw. bersabda, “Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk setiap helai rambut yang disentuhnya akan memperoleh satu pahala, dan barangsiapa berbuat baik terhadap anak yatim, dia akan bersamaku di Jannah seperti dua jari ini.” Ketika mensabdakan hadits ini Rosululloh saw. berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Betapa Nabi Muhammad saw sangat memuliakan anak yatim, sampai-sampai beliau memberikan isyarat kepada seluruh umatnya kedekatan antara Rosulullah dengan orang yang memuliakan anak yatim seperti dua jari, yakni jari telunjuk dan jari tengah.
Penyantunan oleh Siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika
Memuliakan anak yatim adalah kewajiban setiap muslim, karena anak yatim adalah sosok yang perlu dibantu secara materi maupun non materi. Ketiadaan orangtua tentu menjadi sebuah beban hidup yang harus dipikul oleh anak-anak yatim. Mereka butuh kasih sayang, butuh perlindungan, dan butuh keperluan hidup lainnya.
Memuliakan anak yatim akan menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap muslim apabila dari sejak dini ditanamkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan kecintaan akan anak yatim.
Dalam rangka memuliakan anak yatim, siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika mengadakan kegiatan Idul Aitam (Hari Raya Yatim). Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun dengan kegiatan berupa kunjungan ke beberapa sekolah (Madrasah Ibtidaiyah) yang di dalamnya terdapat anak yatim  di wilayah kelurahan Gandul dan kelurahan Cinere kota Depok. 
Untuk tahun ini kegiatan kunjungan dan penyantunan anak yatim dilaksanakan pada hari Jum'at, 30 Oktober 2015. Sebelum kegiatan kunjungan dan santunan terlebih dahulu diadakan kegiatan pembukaan dan pelepasan di lapangan upacara SD Islam Dian Didaktika. Dalam upacara pembukaan dan pelepasan tersebut hadir segenap pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru, dan perwakilan orangtua siswa kelas VI angkatan XXV. 
Kegiatan kunjungan dan penyantunan anak yatim kali ini adalah ke sekolah MI Al- Jamhuriyah , MI At-Tabi'iyah, MI Raudhatul Athfal Gandul, dan MI Hidayatul Athfal Cinere. Dalam kegiatan ini siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika menyantuni anak yatim dalam bentuk pemberian dana untuk meringankan biaya pendidikan, makanan, dan doa bersama untuk kesuksesan serta kemudahan bagi siswa kelas VI SD Islam Dian Didaktika dalam menghadapi ujian sekolah dan kebahagiaan untuk anak-anak yatim.
Semoga dengan kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan rasa cinta dan kepedulian pada sesama serta membahagiakan anak yatim yang tidak memiliki orangtua .... wallahu'alam.   
  

Jumat, 11 September 2015

Perjalanan Meraih " Piagam Bintang " SD Islam Dian Didaktika

Banyaknya temuan panganan dan jajanan anak sekolah (PJAS)  yang kurang memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan menjadikan Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan sosialisasi panganan dan jajanan anak sekolah (PJAS) yang sehat kepada Sekolah, Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pengelola Kantin Sekolah, dan Komite Sekolah. Kepedulian ini dilatarbelakangi banyaknya kandungan zat tambahan pada makanan berbahaya seperti : pewarna tekstil, boraks, formalin dan zat sintetis lainnya yang ditemukan pada makanan atau jajanan yang diperjualbelikan oleh para pedagang baik di kantin sekolah ataupun penjual makanan di luar kantin sekolah.
Pembinaan Pengelola Kantin oleh Kepala Sekolah
Kegiatan sosialisasi PJAS di Kota Depok diawali dengan pemaparan materi tentang undang-undang kesehatan, pentingnya menjaga kesehatan PJAS, dan kandungan berbagai macam zat tambahan makanan yang akan membahayakan kesehatan anak-anak atau siswa sekolah. Penyampaian paparan materi disampaikan oleh BPOM Provinsi Jawa Barat dan dari Dinas Kesehatan Kota Depok dihadapan Kepala Sekolah, Guru Pembina UKS, Dokter Kecil, Pengelola Kantin Sekolah, Komite Sekolah dan stakeholder lainnya.
Observasi PJAS oleh Tim Dokter Kecil
Setelah kegiatan sosialisasi PJAS, maka BPOM Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan (visitasi) ke sekolah-sekolah yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi program tersebut untuk menilai dan mengevaluasi sejauh mana implementasi program PJAS telah terlaksana dengan baik.
SD Islam Dian Didaktika yang berlokasi di Jl. Rajawali no.16 Blok F Cinere - Depok, merupakan salah satu sekolah yang mengikuti dan dipercaya untuk mengikuti program sosialisasi PJAS tersebut.
Program visitasi oleh BPOM Provinsi Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kota Depok ke SD Islam Dian Didaktika dilaksanakan pada hari Selasa, 21 April 2015. Sasaran utama visitasi adalah kantin sekolah, pengelola kantin, dan makanan atau jajanan yang tersedia di kantin sekolah.
Ibu Kemala dari BPOM Prov Jabar Visitasi ke Kantin
Setelah melakukan visitasi, Ibu Dra. Kemala MD mewakili BPOM Provinsi Jawa Barat menyatakan rasa bangga dan gembira bisa berkunjung ke SD Islam Dian Didaktika. Panganan atau jajanan yang tersedia di kantin, lingkungan kantin, dan para pengelola kantin telah memenuhi standar kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah. Dengan predikat juara 1 kantin sehat sekota Depok dan juara 2 lomba Sekolah Sehat tingkat provinsi Jawa Barat tentu merupakan prestasi yang patut untuk dibanggakan. Selanjutnya menurut beliau
Foto bersama Dinkes Kota Depok dan Tim Guru
berdasarkan hasil penilaian dan visitasi tersebut SD Islam Dian Didaktika sangat layak untuk memperoleh sertifikat " Piagam Bintang " PJAS dari BPOM.
Alhamdulillah ...      

WELCOME SCHOOL SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Tanpa terasa waktu berlibur 
Siswa Kelas 6 mengantarkan adik kelas 1 ke lapangan upacara
Ucapan Selamat Datang oleh Kepala Sekolah
Persembahan Tari Guru-Guru untuk Siswa
untuk tahun pelajaran 2014/2015 dan libur Idul Fitri 1436 H telah usai. Moment yang dinanti dan ditunggu oleh seluruh civitas akademik SD Islam Dian Didaktika Cinere Kota Depok telah tiba. Ya hari pertama masuk ke sekolah adalah hari yang sangat istimewa dan berkesan untuk guru, siswa, dan para orangtua siswa yang akan menghantarkan putra/i nya ke sekolah memasuki tahun pelajaran 2015/2016. Untuk mewujudkan kesan yang bermakna dan istimewa di hari pertama masuk sekolah, SD Islam Dian Didaktika mengadakan program " Welcome School ". Acara ini dikemas dengan memadukan beberapa unsur etnik daerah, antara lain daerah Jawa Barat dan Papua. Di lobby depan sekolah para siswa dan orangtua yang datang disambut dengan alunan musik degung khas sunda yang dibawakan oleh siswa/i kelas 5 dan 6. 
Acara welcome school ini dilaksanakan pada hari Senin, 27 Juli 2015 dengan beberapa agenda antara lain : perkenalan dengan tim pimpinan sekolah, guru kelas dan guru bidang studi, tenaga kependidikan, dan siswa pindahan oleh kepala sekolah Drs. Moh. Syahudin H, M.M. Acara terasa lebih meriah ketika beberapa siswa kelas 5 menampilkan tari khas Papua dan iringan lagu Yamko Rambe oleh seluruh bpk/ibu guru.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Yayasan Dian Didaktika, pengurus BP3 atau Komite Sekolah, dan tamu undangan.
Di akhir kegiatan ini seluruh siswa memasuki kelas untuk mengenal lebih dekat dengan wali kelasnya masing-masing dan mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan proses kegiatan belajar mengajar. 
Semangat Menyambut Tahun Pelajaran 2015/2016

Adapun tema pengembangan karakter untuk tahun pelajaran 2015/2016 adalah " Be Responsible Student ". Tema ini diangkat dengan tujuan untuk menumbuhkan dan membiasakan kepada seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab secara pribadi kepada dirinya, kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. 

SD Islam Dian Didaktika Juara Tahfidz Juz 30 dan Traditional Dance

Tari Papua yang Menjuarai Event Al Fath Festival
Alhamdulillah atas kerja keras dan bimbingan dari Bapak/Ibu guru pembimbing Ananda Farouk kelas 3 SD Islam Dian Didaktika berhasil meraih juara 1 lomba tahfidz Al-Qur'an juz 30  tingkat Jabodetabek pada event Al-Fath Festival yang diadakan pada hari Minggu, 01 Februari 2015. Prestasi ananda Farouk dibarengi dengan prestasi sebagai juara I dan II lomba traditional dance. Prestasi yang sangat membanggakan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian akan banyaknya bakat dan kecerdasan unuk terus dikembangkan dimasa-masa sekarang dan yang akan datang, sehingga diharapkan prestasi siswa-siswi SD Islam Dian Didaktika dapat lebih banyak berbicara dikancah yang lebih tinggi baik nasional maupun internasional. Selamat atas raihan prestasi ini semoga menjadi motivasi bagi seluruh guru, siswa, dan orangtua dalam mewujudkan generasi yang unggul dalam berbagai bidang ..semoga.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 SD Islam Dian Didaktika

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kata bijak itu tentu sangat bermakna bagi generasi penerus bangsa ini supaya bisa belajar dan mengikuti jejak para pahlawan dalam berjuang meraih dan mempertahankan kemerdakaan bangsa Indonesia yang kita cintai. Nilai-nilai luhur atau karakter yang dibangun oleh para pahlawan seperti : Nasionalisme, Persatuan atau kerjasama, Pantang menyerah, Percaya diri, dan Kepedulian tentu harus terus digelorakan dalam dada setiap generasi bangsa Indonesia untuk meraih kejayaan bangsa di masa kini dan masa yang akan datang.
Dalam rangka menanamkan dan mengembangkan karakter mulia para pendahulu bangsa di dalam diri siswa atau anak, SD Islam Dian Didaktika mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut dan merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Rangkaian kegiatan di awali dengan Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke 70 di lapangan upacara SMA Islam Dian Didaktika diikuti oleh seluruh siswa SD, SMP, SMA, Guru, Karyawan, Pengurus Yayasan, dan Tamu undangan pada hari Senin, 17 Agustus 2015 dengan pembina upacara Bapak Drs.H. Hendraka, M.Sc selaku Ketua I bidang Pendidikan yayasan Dian Didaktika.
Lomba Lari Estafet Air
Selang sehari kemudian, tepatnya pada hari Selasa, 18 Agustus 2015 seluruh siswa SD Islam Dian Didaktika mengikuti serangkaian kegiatan lomba-lomba. Sebelum mengikuti lomba-lomba, seluruh siswa berkumpul di lapangan upacara untuk meneriakan pekik kemerdekaan yang dipimpin oleh Bapak Emon Suparman.. Merdeka....!!! Merdeka !!!.... Merdeka !!!.
Rangkaian kegiatan lomba antara lain :
a. Mewarnai
b. Volley dengan Kain
c. Futsal
Lomba Mewarnai Tema Kemerdekaan
d. Bola Tangan
e. Paralon Bocor
f. Paralon Air
g. Lari Estafet Air
h. Balap Karung Estafet
i. Gobak Sodor
j. Ular Naga

Pelaksanaan lomba-lomba alhamdulillah berlangsung dengan sangat meriah dan diikuti oleh seluruh siswa dengan semangat dan keceriaan. Setelah lomba-lomba seluruh peserta pemenang lomba mendapatkan hadiah yang diserahkan oleh jajaran pimpinan SD Islam Dian Didaktika dan ketua panitia Ibu Ana Saptini. 

Minggu, 28 September 2014

TIM PADUAN SUARA SD ISLAM DIAN DIDAKTIKA JUARA I DI IIMS 2014 JAKARTA

Tim Paduan Suara SD Islam Dian Didaktika Juara I Kids Choir Daihatsu 2014
Dalam rangka memeriahkan perhelatan tahunan Indonesia International Motor Show 2014 (IIMS) di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) dibilangan Kemayoran Jakarta, Daihatsu salah satu perusahaan otomotif terkemuka di dunia mengadakan beberapa kegiatan kompetisi atau perlombaan untuk para pelajar dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Banten, dan Bekasi. Salah satu kompetisi yang diadakan adalah Kids Choir atau paduan suara untuk siswa tingkat sekolah dasar. 
Kegiatan Daihatsu Kids Choir Competition diadakan melalui tahapan penyisihan yang berlangsung dari tanggal 22-25 September 2014 dan babak final pada tanggal 26 September 2014. Pada babak penyisihan diikuti oleh 32 tim atau sekolah dasar. Salah satu sekolah peserta pada lomba paduan suara ini adalah SD Islam Dian Didaktika yang berlokasi di Jl. Rajawali No. 16 Blok F Cinere, Kota Depok. Bagi SD Islam Dian Didaktika ini adalah kegiatan pertama keikutsertaannya pada ajang bergengsi tersebut. 
Tim Guru Pembimbing dan Kepala Sekolah SD Islam Dian Didaktika Cinere
Setelah melalui rangkaian babak penyisihan maka tim juri mengumumkan 5 tim atau sekolah yang terpilih untuk mengikuti babak final. Kelima peserta babak final tersebut adalah :

1. SD Islam Dian Didaktika Cinere, Kota Depok
2. SD Trisula Jakarta
3. SD Pembangunan Jaya, Bintaro  
4. SD Global Islamic School
5. SD Islam Al-Azhar 20
Babak final sendiri diadakan pada hari Jum'at, 26 September 2014 dimulai pukul 11.30 - 13.30 dengan diiringi sesi istirahat dan sholat Jum'at. Kelima peserta menunjukkan performa terbaiknya, kualitas vokal, keserasian, penghayatan, koreografi, dan totalitas di atas panggung. Sesi mendebarkan jantung dan harap-harap cemas tergambar jelas dari raut siswa peserta, guru pembimbing, dan orangtua siswa yang ikut mendampinginya saat pembawa acara mengumumkan pemenang lomba paduan suara. Sebelumnya tim juri menyampaikan hasil pengamatan kepada seluruh peserta baik dari sisi kelebihan maupun kekuranganya.
Dan saat yang ditunggu-tunggupun tiba, pembaca acara mengumumkan 3 peserta terbaik dengan predikat juara 1,2, dan 3. Keheningan serentak pecah ketika diumumkan juara I lomba paduan suara diraih oleh tim paduan dari SD Islam Dian Didaktika Cinere. Keharuan bercampur kebahagiaan penuh syukur memancar dari siswa-siswa, kepala sekolah, guru pembimbing, dan orangtua murid. Semua larut dalam efuoria kemenangan yang lama dinantikan, seolah menjadi oase di tengah padang pasir yang dapat mengobati rasa haus akan prestasi dibidang seni khususnya paduan suara. Selamat kepada tim Paduan Suara SD Islam Dian Didaktika dan seluruh Bapak/ibu guru pembimbingya ... Bravo SD Islam Dian Didaktika.
Hasil lengkap Babak Final Daihatsu Kids Choir Competition :
1. Juara I SD Islam Dian Didaktika Cinere, Kota Depok
2. Juara 2 SD Global Islamic School
3. Juara 3 SD Trisula Jakarta
Tim Paduan Suara SD Islam Dian Didaktika :
Rania, Sekar, Fauziah, Callista, Ocut, Isna, Keira, Rania, Aisha, Dira, Nasika, Anka, Shalsa, Sasha, Shabin, Tiara, Tiara, Naia, Laras, Jelita, Ayya, Shasa, dan Rania
Guru Pembimbing :
Bu Atie, Pak Randy, Bu Upi, Bu Lies, Pak Syahudin, Bu Anjar, Bu Ayi, Bu Afi.